Polisi Pastikan Bayi Malang Tewas Mengenaskan di Conggeang Sengaja Dibuang Orang Tuanya
Machmud Mubarok August 30, 2026 08:03 PM

 

Laporan Kontributor Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Polisi memastikan bayi yang ditemukan tewas mengenaskan di Kampung Sukaluyu, Desa Ungkal, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dibuang oleh orang tuanya sendiri. 

Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Tanwin Nopiansyah mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, bayi mungil tak berdosa tersebut sengaja dibuang oleh orang tuanya. 

"Ya, sengaja dibuang," kata Tanwin kepada Tribun Jabar.id, Minggu (30/8/2026).

Tanwin menyebutkan, hingga kini  Polisi masih melakukan penelusuran identitas orang tua bayi malang tersebut dengan mendata serta berkoordinasi dengan warga, dan para bidan dan klinik bersalin di wilayah sekitar.

Menurutnya, langkah tersebut untuk mencari informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.

"Mudah-mudahan segera terungkap,"  kata Tanwin.

Baca juga: Polisi Telusuri Identitas Orang Tua Jasad Bayi di Conggeang Sumedang

Baca juga: Polisi Imbau Warga Tidak Sebarkan Foto Jasad Bayi di Conggeang Sumedang

Jasad bayi yang diduga berusia dua hari tersebut  ditemukan warga pada Sabtu (29/8/2026) pukul 19.30 WIB. Saat ditemukan, kondisi tubuh bayi tersebut tak utuh. 

Polisi menduga, bayi malang tersebut diduga sempat dimakan anjing. Kondisi bayi tersebut tanpa dua lengan dan kaki kiri. 

Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua bayi dan penyebab kematian bayi yang ditemukan di Kampung Sukaluyu, Desa Ungkal, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang. 

Bayi tersebut ditemukan tewas mengenaskan Sabtu (29/8/2026) pukul 19.30 WIB. 

Polisi menduga, bayi malang tersebut diduga sempat dimakan anjing. Kondisi tubuh bayi tersebut tak utuh. 

Sebelumnya, Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya,  menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan oleh petugas kesehatan, bayi tersebut diperkirakan masih berumur dua hari. 

"Diperkirakan berusia dua hari, " kata Awang. 

Selai itu, kata Awang, Polisi menelusuri identitas orang tua bayi malang tersebut dengan mendata serta berkoordinasi dengan warga, dan para bidan dan klinik bersalin di wilayah sekitar.

"Langkah tersebut untuk mencari informasi yang dapat membantu proses penyelidikan," ucapnya.

Ia mengatakan, bayi tak berdosa tersebut pertama kali ditemukan dua warga setempat yang tengah berada di sekitar lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Kedua warga tersebut melihat seekor anjing membawa sebuah benda. 

Kemudian, kata Awang, untuk menjawab kecurigaan, kedua warga kemudian mengejar anjing dan mengambil benda yang dicurigai di halaman rumah kosong milik warga.

"Ketika diperiksa, mereka mendapati mayat bayi dalam kondisi dua tangan dan kaki kiri bayi tidak ditemukan. Dugaan sementara dimakan anjing," kata Awang. 

Awang menegaskan, pihaknya juga belum bisa menyimpulkan bayi tersebut diduga hasil dari aborsi yang sengaja di buang oleh orang tuanya. 

"Masih kita selidiki. Kami juga meminta masyarakat untuk melaporkan jika memiliki informasi yang dapat membantu proses penyelidikan," ucapnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.