Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Polemik status lahan di kawasan Pantai Madasari, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat kembali menjadi sorotan.
Setelah sebelumnya muncul persoalan terkait lahan makam yang disebut berada di kawasan harim laut, kini masyarakat mempertanyakan kemunculan nama Tuti Nurhaeti dalam peta blok kawasan Pantai Madasari.
Nama itu tercantum pada lokasi yang berada di sekitar musala umum yang selama ini digunakan masyarakat dan wisatawan.
Ketua Forum Masyarakat Peduli Wisata Madasari, Indra, mengatakan pihaknya memperoleh gambar peta blok tersebut dari Pemerintah Desa Masawah.
Menurutnya, peta tersebut menjadi dasar bagi masyarakat untuk mempertanyakan status dan riwayat lahan di kawasan Pantai Madasari.
Baca juga: Jeje Wiradinata Minta Pemkab Pangandaran Kaji Ulang Hibah Lahan Kampus ISBI
"Kami mendapat peta blok itu dari desa. Itu menjadi bahan kami. Jadi bukan gambar mainan, tetapi peta yang diberikan oleh Desa Masawah. Tentu kami sebagai masyarakat bertanya, nama orang tersebut siapa," ujar Indra kepada Tribun melalui WhatsApp, Minggu (30/8/2026) siang.
Indra menyebut kemunculan nama Tuti Nurhaeti menjadi janggal karena lokasi yang tercantum dalam peta berada di sekitar musala yang selama ini digunakan masyarakat dan wisatawan.
"Yang lebih parah, ada satu musala yang diperuntukkan bagi masyarakat dan wisatawan, tapi sekarang muncul dalam peta blok atas nama seseorang. Padahal itu harim laut, bahkan ada aliran sungai juga. Ini yang menjadi pertanyaan kami," katanya.
Ia meminta pihak berwenang memberikan penjelasan mengenai batas kawasan harim laut serta dasar administrasi pencatatan lahan tersebut.
"Kalau memang harim laut, lalu batasnya sampai di mana? Jangan sampai masyarakat bertanya-tanya, apakah harim lautnya justru hanya sampai deburan ombak. Ini yang kami anggap janggal dan perlu dibuka secara terang," ucap Indra.
Namun, Indra menegaskan pihaknya tidak ingin terburu-buru menyimpulkan adanya pelanggaran.
Ia hanya meminta kejelasan mengenai siapa Tuti Nurhaeti, asal-usul lahan, riwayat penguasaan, serta dasar pencantuman nama tersebut dalam peta blok.
Untuk mencari tahu, Forum Masyarakat Peduli Wisata Madasari sudah mendatangi Kantor Desa Masawah dan menanyakan langsung keberadaan nama tersebut.
"Kami pernah datang ke Kantor Desa Masawah dan disambut perangkat desa. Kami tanyakan nama Tuti Nurhaeti, ternyata mereka juga tidak tahu," ujarnya.
Forum kemudian mendatangi sejumlah tokoh masyarakat Desa Masawah untuk mencari informasi mengenai sosok tersebut.
Tapi, hingga kini mereka belum mendapatkan informasi yang memastikan siapa Tuti Nurhaeti dan apa hubungannya dengan lahan di kawasan Pantai Madasari.
"Hasilnya, kami juga belum menemukan tokoh atau masyarakat yang mengenalnya. Kami terus mencoba mencari informasi karena tidak ingin berasumsi yang tidak baik," kata Indra.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai sosok Tuti Nurhaeti, melainkan menyangkut bagaimana sebuah nama bisa tercantum dalam peta blok di kawasan yang selama ini digunakan sebagai ruang publik.
"Misalnya memang ada orangnya, baik tinggal di Pangandaran maupun di luar Pangandaran dan masih hidup, kami meminta kejelasan. Tanah itu asal-usulnya bagaimana, dasar penguasaannya apa, dan bagaimana bisa tercatat di lokasi tersebut. Kami hanya ingin semuanya jelas," ujarnya.
Indra berharap, pemerintah dan pihak terkait membuka informasi mengenai status lahan itu secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.(*)