Kronologi Tewasnya Dua Orang Imbas Ledakan Dipicu Kebocoran Gas LPG di Cikarang
Hironimus Rama August 30, 2026 07:50 PM

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI - Sebanyak dua orang tewas akibat ledakan yang dipicu kebocoran gas LPG di Kampung Pulo Kapuk, RT 01/RW 05, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Ledakan imbas kebocoran gas itu terjadi pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Total ada enam korban alami luka bakar, dua orang diantaramya meninggal dunia usau setelah sempat mendapatkan perawatan medis selama satu hari di RSUD Kabupaten Bekasi.

Baca juga: SAKSI KATA: Kesaksian Kanah Kehilangan Suami dan Anaknya yang Tewas Terkena Ledakan Gas Elpiji

Keluarga korban, Tami (55), mengungkapkan kronologi peristiwa tersebut. Kejadian bermula saat ibu korban yang bernama Enah sedang memasak dan menghangatkan nasi pada Jumat dini hari.

Saat itu, diduga terjadi kebocoran gas dengan mengeluarkan suara gas bocor.

"Katanya itu gas ada yang bocor. Dia minta tolong sama mantunya, minta dibenerin," kata Tami saat ditemui di lokasi pada Minggu (30/8/2026).

Menurut Tami, tak lama setelah meminta bantuan, terdengar suara ledakan dari rumah korban. Ia yang tinggal di sebelah rumah korban mendengar suara ledakan tersebut.

"Satu kali meledak. Pokoknya ngebledug gitu kedengarannya," ujarnya.

Tami menyebut terdapat enam orang yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Dua di antaranya mengalami luka bakar parah hingga akhirnya meninggal dunia.

Empat korban lainnya masih dirawat di RSUD Kabupaten Bekasi. Dua diantaranya kondisi luka bakarnya cukup parah.

"Hari ini yang parah luka bakarnya mau dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung," kata dia.

Satgas Kesehatan Desa Mekarmukti, Suta (41), mengatakan berdasarkan informasi keluarga peristiwa bermula saat ibu korban sedang memasak dan menghangatkan nasi pada Jumat dini hari.

Diduga ketika itu sudah terjadi kebocoran gas. Ibu korban langsung meminta tolong kepada menantunya untuk diperbaiki. Tak itu, terdengar suara ledakan dari rumah korban.

"Keterangan tetangga disebelahnya suara ledakan kencang sekali," katanya saat dikonfirmasi pada Minggu (30/8/2026).

Terdapat enam orang yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Dua di antaranya mengalami luka bakar parah hingga akhirnya meninggal dunia.

Suta mengatakan enam korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit. Tiga korban dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi, sedangkan tiga lainnya dibawa ke Rumah Sakit Sentra Medika.

Menurut Suta, kebakaran diduga terjadi ketika ibu korban sedang memasak nasi. Tabung gas disebut mengalami kebocoran.

Saat hendak mengganti atau memperbaiki tabung tersebut, api diduga sudah muncul sehingga langsung menyambar dan membakar orang-orang yang berada di dalam satu ruangan.

"Gasnya bocor, terus dia mau ganti, ternyata sudah ada api. Sudah kena semua langsung satu ruangan," katanya.

Suta mengatakan dua korban yang meninggal mengalami luka bakar sangat parah dengan luas luka lebih dari 90 persen. Kedua korban tersebut adalah ayahnya Deni Setiawan dan anaknya, Raihan Alfarizky.

"Dua korban yang meninggal itu luka bakarnya di atas 90 persen, sudah full, kayaknya sudah 100 persen," ujarnya.

Adapun empat korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit. Salah satunya, Enah menjalani perawatan di ruang ICU RSUD Kabupaten Bekasi karena mengalami luka bakar sekitar 90 persen.

Kemudian Amelya Putri menjalani perawatan di ruang rawat karena mengalami luka bakar di bagian kaki dan tangan dengan luas di bawah 50 persen.

Dua korban lainnya, Buyin dan Aisah (15), menjalani perawatan di Rumah Sakit Sentra Medika. Aisah mengalami luka bakar pada kedua kakinya.

Suta mengatakan kondisi Ena masih belum dapat dipastikan karena menjalani perawatan di ruang ICU dan belum diperbolehkan dijenguk.

Namun, berdasarkan kondisi saat pertama kali mendapatkan penanganan, luka bakarnya tergolong serius.

"Kalau kondisinya kritis atau tidak kami belum tahu karena memang tidak boleh dijenguk, karena di ICU. Tapi awal masuk kondisi luka bakarnya sudah lumayan 90 persen," tutupnya.

Saat ini kasus ledakan tabung gas yang mengakibatkan ayah dan anak tewas itu dalam penanganan Polsek Cikarang Utara dan Polres Metro Bekasi. (MAZ)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.