48 Pengurus IPDI Kepri Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Organisasi dan Kompetensi Perawat Dialisis
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sebanyak 48 pengurus Ikatan Perawat Dialisis Indonesia (IPDI) Perwakilan Wilayah Kepulauan Riau periode 2026-2031 resmi dilantik, Minggu (30/8/2026).
Pelantikan berlangsung di Hotel Golden View, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Jarak dari Alun-Alun Batam Center ke Golden View Hotel di Bengkong Laut adalah sekitar 6 kilometer dari alun-alun Engku Putri, Batam Center, dengan waktu tempuh berkendara sekitar 15 hingga 20 menit dalam kondisi normal.
Kegiatan tersebut menjadi awal kepengurusan baru IPDI Kepri dalam menjalankan program organisasi selama lima tahun ke depan.
Prosesi pelantikan diawali dengan tari persembahan.
Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan pengucapan ikrar atau janji pengabdian oleh pengurus yang dilantik.
Setelah itu, dilakukan penyerahan pataka kepada jajaran pengurus baru sebagai simbol dimulainya kepengurusan IPDI Kepri periode 2026-2031.
Ikatan Perawat Dialisis Indonesia (IPDI) adalah organisasi profesi resmi dan independen yang mewadahi perawat yang bekerja di bidang pelayanan dialisis (cuci darah) di Indonesia.
Organisasi ini merupakan badan kelengkapan dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Ketua IPDI Kepri, Ns. Koco Sulaso Putro mengatakan, jabatan yang diterimanya merupakan amanah yang harus dijalankan bersama seluruh pengurus dan anggota.
Koco terpilih sebagai Ketua IPDI Kepri periode 2026-2031 melalui proses pemilihan secara demokratis.
"Ini bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi menjadi suatu amanah yang harus saya pikul bersama pengurus dan seluruh anggota IPDI Kepri untuk sama-sama memajukan IPDI Kepri," ujar Koco dalam sambutannya.
Menurutnya, kepengurusan baru memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan organisasi sekaligus meningkatkan profesionalisme perawat dialisis di Kepulauan Riau.
Ia berharap IPDI Kepri ke depan semakin kompak dan solid dalam menjalankan roda organisasi.
Koco juga ingin IPDI Kepri menjadi wadah komunikasi dan diskusi bagi para perawat dialisis.
Selain itu, organisasi tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pembaruan ilmu, khususnya terkait terapi dialisis.
Salah satu target yang ingin diwujudkan yakni IPDI Kepri dapat menjadi penyelenggara resertifikasi perawat hemodialisis.
"Semoga setelah pelantikan ini organisasi ingin makin kompak, makin solid, saling mengisi, dan bisa menjadi organisasi yang besar serta menjadikan wadah komunikasi, diskusi," tambahnya.
Koco mengatakan IPDI Kepri juga akan menjalankan program-program dari pengurus pusat IPDI dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Kepulauan Riau.
Saat ini, kata dia, IPDI Kepri memiliki 188 anggota yang tersebar di wilayah Kepulauan Riau.
Sebanyak 48 anggota di antaranya dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan IPDI Kepri periode 2026-2031.
Sementara itu, Ketua IPDI Pusat, Ns M. Syamsul Bakhri, mengatakan pelantikan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial.
Menurutnya, pengurus yang telah dilantik memiliki amanah untuk menjalankan organisasi sekaligus berkontribusi terhadap pelayanan keperawatan dialisis di Kepri.
"Pelantikan ini bukanlah sekadar seremonial belaka. Tetapi ini adalah merupakan amanah dan awal dari tanggung jawab yang harus saudara-saudara emban," kata Syamsul.
Ia meminta jajaran pengurus baru menjaga soliditas organisasi.
Menurutnya, soliditas dapat dibangun melalui komunikasi yang baik antaranggota dan pengurus.
Syamsul juga mengingatkan pengurus agar terbuka terhadap masukan dan saran dalam menjalankan organisasi.
"Dan kepada teman-teman, mohon nanti menjadi tugas kita bersama untuk ikut mengembangkan bagaimana agar pelayanan dialisis yang ada di Kepri ini bisa menjadi lebih baik," ungkapnya
Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan seminar yang diikuti peserta dari kalangan perawat dialisis.
Seminar tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan IPDI Kepri dalam mendorong pembaruan pengetahuan dan peningkatan kompetensi perawat di bidang dialisis. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)