Kapten Manchester United Bruno Fernandes mengungkap momen "canggung" ketika ia diminta mengambil alih kepemimpinan klub dari Harry Maguire. Gelandang Portugal itu mengakui sempat menyimpan kekhawatiran mengenai dinamika hubungan di antara mereka berdua, sebelum sebuah percakapan penting di Old Trafford meredakan situasi.
Perubahan kepemimpinan yang mendadak
Erik ten Hag mengambil keputusan berani dengan mencopot jabatan kapten Manchester United dari Maguire menjelang musim 2023-24 setelah bek Inggris itu melalui periode performa yang sulit. Manajer tersebut kemudian menyerahkan peran bergengsi itu kepada Fernandes, yang sebelumnya cukup sering mengenakan ban kapten sebagai pemimpin sementara.
Meski merasa terhormat memimpin Setan Merah secara permanen, proses transisi itu tidak berjalan tanpa tantangan. Fernandes kini menjelaskan bahwa dampak langsung dari keputusan sang manajer sempat menciptakan suasana yang kurang nyaman, terutama karena ia belum lebih dulu membicarakan pergantian mendadak itu dengan rekan setimnya tersebut.
Meredakan transisi yang 'canggung'
Pemain internasional Portugal itu mengakui bahwa usulan awal dari Ten Hag sedikit membuatnya terkejut. Berbicara kepada LIFEJACKET, Fernandes memerinci ketegangan yang langsung muncul dengan mengatakan: "Sejujurnya, [ketika] saya ditanya apakah saya ingin menjadi kapten klub, itu agak canggung bagi saya karena jelas saya belum berbicara dengan Harry soal itu."
Namun, Maguire dengan cepat turun tangan untuk meredakan keadaan. Ten Hag ternyata sudah lebih dulu memberi tahu bek tengah itu mengenai keputusannya, sehingga Maguire bisa langsung mendekati sosok yang akan menggantikannya. "Tetapi dia sudah mengetahuinya lebih dulu daripada saya, jadi saya rasa manajer berbicara dengannya sebelum berbicara dengan saya," tambah Fernandes. "Jadi dia sangat baik; dia datang dan berbicara dengan saya tentang hal itu, dan dia mengatakan bahwa jika dia harus kehilangan ban kapten, maka itu akan diberikan kepada seseorang seperti saya.
"Jadi itu membuat saya sedikit lebih tenang menghadapi situasi tersebut, juga karena saya dan dia sudah memiliki hubungan yang sangat dekat sebelumnya karena dia sudah menjadi kapten, dan saya menjadi kapten ketika dia tidak ada."
Menjaga persatuan tim
Ikatan antara kedua pemain itu tampaknya tetap terjaga meski pergantian kapten tersebut berlangsung di ruang publik. Fernandes menegaskan bahwa hubungan kerja mereka tidak terganggu, dengan keduanya tetap memikul tanggung jawab untuk menjaga standar tim.
"Jadi kami tahu bahwa ini akan menjaga komunikasi [tentang] hal-hal yang perlu kami selesaikan di ruang ganti, atau apa pun itu," lanjut Fernandes. "Dan itu tidak berubah sejak saat itu, karena jelas saya memang memegang ban kapten tetapi saya selalu membuat Harry tahu bahwa [dia] juga bagian dari ban kapten itu, karena saya pikir dia pantas mendapatkan rasa hormat itu dalam hal semua yang telah dia lakukan untuk klub dan semua yang juga telah dia lakukan untuk saya sejak saya datang ke klub."
United ingin bangkit saat menghadapi Ipswich
Fernandes dan Maguire kini akan mengalihkan fokus ke tantangan United berikutnya di bawah pelatih kepala baru Michael Carrick. Setan Merah akan menghadapi Ipswich Town pada hari Minggu dengan tujuan memberi respons setelah kekalahan memalukan 2-0 dari Hull City pada pekan pembuka.
Dengan United membutuhkan reaksi, kepemimpinan Fernandes akan sangat penting saat Carrick berusaha memulai masa jabatan permanennya dengan catatan positif dan mengarahkan tim menuju hasil pertama yang sangat dibutuhkan pada musim ini.