TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kualitas udara di Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi masih berada pada level sangat tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Minggu (30/8/2026).
Pantauan Tribun Jambi di QAir.com pada Minggu (30/8/2026) pukul 18.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara (AQI) mencapai 172,6 dan masuk kategori sangat tidak sehat.
Di kawasan Lebak Bandung, Kota Jambi, yang meruapakan kawasan tengah kota, bau asap karhutla menyengat hidung. Bahkan, apabila dihirup lebih dalam, bikin kerongkongan sakit.
Pemerintah daerah memilih kembali memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik untuk mengurangi risiko paparan polusi udara.
Di Kota Jambi, Pemerintah Kota Jambi memperpanjang pembelajaran secara daring bagi siswa TK/PAUD, SD, hingga SMP mulai 31 Agustus sampai 2 September 2026.
Kebijakan tersebut ditetapkan melalui Surat Edaran Wali Kota Jambi tentang Antisipasi Dampak Pencemaran Udara terhadap Kegiatan Belajar Mengajar di Lingkungan Satuan Pendidikan Kota Jambi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Jambi sekaligus Juru Bicara Pemkot Jambi, Saleh Ridho, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi kualitas udara yang masih sangat tidak sehat dan fluktuatif.
“Pemkot Jambi memilih memperpanjang PJJ sebagai langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik selama kualitas udara belum memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka,” ujar Saleh Ridho, Minggu (30/8/2026).
Pembelajaran tatap muka baru akan kembali dilaksanakan setelah kondisi kualitas udara dinyatakan aman.
Kebijakan tersebut sekaligus menjadi kelanjutan dari penghentian sementara pembelajaran tatap muka akibat kabut asap.
Meski siswa belajar dari rumah, guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas dari sekolah.
Guru juga diminta memantau pelaksanaan pembelajaran sekaligus kondisi kesehatan peserta didik.
Orang tua atau wali siswa diminta aktif mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah.
Peserta didik juga diimbau mengurangi aktivitas di ruang terbuka, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.
Muaro Jambi Perpanjang Belajar Daring
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Muaro Jambi. Kabut asap yang semakin pekat membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi kembali memperpanjang pembelajaran secara daring selama tiga hari.
Kebijakan tersebut berlaku mulai Senin (31/8/2026) hingga Rabu (2/9/2026) bagi peserta didik di seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Disdikbud Muaro Jambi.
Kepala Disdikbud Muaro Jambi, Kasyful Iman, mengatakan keputusan tersebut diambil karena kondisi kualitas udara masih kurang baik bagi kesehatan.
“Sehubungan dengan kondisi kualitas udara dalam wilayah Kabupaten Muaro Jambi masih dalam kondisi kurang baik bagi kesehatan, kegiatan belajar mengajar peserta didik tetap dilaksanakan secara daring atau online,” kata Kasyful, Minggu (30/8/2026) sore.
Kebijakan ini berlaku bagi peserta didik jenjang TK, SD, SMP, serta satuan pendidikan sederajat lainnya yang berada di bawah naungan Disdikbud Muaro Jambi.
Peserta didik diminta mengikuti pembelajaran dari rumah menggunakan platform atau media pembelajaran yang tersedia.
Sementara itu, guru dan tenaga pendidik tetap diwajibkan menjalankan tugas dari sekolah masing-masing.
Mereka juga diminta menggunakan masker untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan asap.
“Untuk tenaga pendidik dan guru tetap melaksanakan tugas di sekolah masing-masing dengan menggunakan platform atau media yang ada. Guru juga tetap menggunakan masker untuk mengantisipasi gangguan kesehatan,” katanya.
Kasyful meminta kepala satuan pendidikan memastikan pembelajaran daring berjalan sebagaimana mestinya.
Pengawasan dilakukan agar perubahan metode pembelajaran tidak mengurangi hak peserta didik memperoleh pendidikan.
“Kepala satuan pendidikan diminta memonitor pelaksanaan pembelajaran secara daring di satuan pendidikannya masing-masing,” ujarnya.
Di sisi lain, orang tua dan wali peserta didik diminta ikut berperan dalam menghadapi kondisi udara yang belum membaik.
Anak-anak diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah dan kondisi kesehatannya dipantau secara berkala.
“Orang tua atau wali peserta didik agar turut serta memantau kondisi kesehatan anak serta membatasi aktivitas di luar rumah,” imbuhnya.
Perpanjangan PJJ di dua wilayah tersebut menunjukkan dampak kabut asap karhutla mulai berpengaruh langsung terhadap aktivitas pendidikan.
Pemerintah daerah masih menunggu perbaikan kualitas udara sebelum kembali membuka pembelajaran tatap muka. (TribunJambi.com/M Yon Rinaldi/Muzakkir)
Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Jambi Malam Ini untuk Muaro Jambi, Merangin Kerinci, Waspada Angin Kencang
Baca juga: 7 Kebakaran Dahsyat di Jambi Pekan Ini, di Kota Jambi Bajubang hingga Nipah Panjang