Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Bandung memang masih menjadi penyumbang omzet terbesar Fotile di Jawa Barat.
Namun, jika bicara soal jumlah unit yang terjual, Cirebon justru menjadi salah satu pasar terbesar di Jawa Barat.
Tak tanggung-tanggung, Cirebon disebut menyumbang sekitar 30 persen dari total penjualan Fotile di regional Jawa Barat.
Fakta tersebut diungkapkan National Marketing Head Fotile Indonesia, Tommy Pratomo, saat menghadiri roadshow bertajuk “Fotile untuk Semua” bersama BJ Home di Atrium Area CSB Mall, Kota Cirebon, Jumat (28/8/2026).
Fotile sendiri adalah merek global asal Tiongkok yang memproduksi peralatan dan perlengkapan dapur premium kelas atas.
Tommy mengatakan, Cirebon menjadi salah satu pasar yang sangat potensial bagi Fotile.
Bahkan, perusahaan sengaja memilih Cirebon sebagai lokasi roadshow regional Jawa Barat untuk lebih mendekatkan diri dengan konsumen.
“Cirebon termasuk pasar yang sangat menjanjikan bagi kami. Untuk wilayah Jawa Barat, selain Kota Bandung, Cirebon mencatatkan penjualan tertinggi,” ujar Tommy saat diwawancarai media, Jumat (28/8/2026).
Baca juga: Serbu CSB Mall! Honda Ramadhan Exhibition di Cirebon Tawarkan Diskon Angsuran ADV160 dan PCX160
Menurut Tommy, potensi tersebut tidak hanya berasal dari masyarakat yang tinggal di Kota Cirebon.
Konsumen dari Kabupaten Cirebon hingga daerah di sekitarnya juga banyak berbelanja berbagai kebutuhan rumah tangga ke Kota Cirebon.
“Kita tidak bicara Kota Cirebon, tetapi Kabupaten dan lainnya itu memang belanjanya ternyata memang ke Kota Cirebon ini,” ucapnya.
Besarnya pasar Cirebon juga terlihat dari kontribusi penjualannya.
Saat ditanya mengenai persentase kontribusi Cirebon terhadap penjualan Fotile di Jawa Barat, Tommy menjawab dengan sangat menjanjikan.
“Untuk Cirebon sendiri cukup tinggi. Cirebon bisa menyumbang 30 persen,” jelas dia.
Namun, ada fakta menarik di balik angka tersebut.
Jika dilihat berdasarkan omzet, Bandung masih menjadi yang nomor satu.
Tetapi jika dihitung berdasarkan kuantitas atau jumlah unit produk yang terjual, Cirebon justru lebih tinggi.
“Secara keseluruhan omzet, Bandung memang nomor satu, tetapi secara kuantitas unit penjualan, Cirebon yang tertinggi,” katanya.
Pasar Cirebon dari Premium hingga Menengah Bawah
Tommy menilai, tingginya penjualan tersebut tidak terlepas dari karakter pasar Cirebon yang sangat beragam.
Menurut dia, hampir semua segmen konsumen tersedia di Cirebon, mulai dari kelas premium, menengah, hingga menengah bawah.
“Cirebon ini untuk market-nya itu dari premium, medium, sampai menengah, menengah bawah pun ada semua di sini,” ujarnya.
Fotile sendiri telah hadir di Cirebon selama kurang lebih delapan tahun melalui kerja sama dengan BJ Home.
Selama periode tersebut, produk yang terjual tidak hanya berasal dari kelas menengah atau menengah bawah.
Produk kelas menengah atas hingga premium juga memiliki pasar yang cukup kuat.
“Varian produk yang laku di kita itu tidak hanya yang produk menengah atau menengah bawah, tapi juga menengah atas dan premium kita cukup tinggi,” ucap Tommy.
Karena itu, Fotile melihat Cirebon sebagai pasar yang luas dan memiliki karakter konsumen yang beragam.
“Kita menganggap Cirebon ini punya pasar yang cukup luas dan sangat bervariabel. Karena itulah makanya kita hadirkan semuanya sekarang sesuai kebutuhan,” jelas dia.
Fotile Tak Lagi Hanya Menyasar Konsumen Premium
Potensi tersebut juga ingin dimanfaatkan Fotile dengan memperluas pilihan produk.
Dalam roadshow 'Fotile untuk Semua', perusahaan memperkenalkan sejumlah produk yang menyasar pasar premium, medium hingga new entry level.
Tommy mengatakan, strategi tersebut dilakukan agar produk Fotile tidak hanya dapat dinikmati konsumen kelas atas.
“Kami ingin semua konsumen di Indonesia dapat menikmati kualitas tinggi dari produk FOTILE dengan varian dan harga yang lebih terjangkau bagi kebutuhan dapur berbagai konsumen,” katanya.
Salah satu produk baru yang diperkenalkan adalah Slim Hood, yakni cooker hood atau penghisap asap dapur dengan desain lebih tipis.
Fotile menghadirkan Slim Hood tipe SLG9015, SLG7015 dan SLS7016.
Selain itu, perusahaan juga memperkenalkan kompor gas GHG73207 dan GHG73209 yang masuk dalam compact series.
Menurut Tommy, produk tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan menjangkau konsumen dengan daya beli yang lebih beragam.
“Kenapa kita namakan ‘Fotile untuk Semua’, yaitu untuk seluruh lapisan masyarakat di Indonesia,” ujarnya.
Rentang produk yang ditawarkan pun cukup lebar.
Tommy menyebut, Fotile memiliki produk premium seperti tipe VIG yang dibanderol sekitar Rp 18 juta.
Di sisi lain, terdapat pula kompor seri SLG dan SLS dengan harga mulai dari bawah Rp 2 juta.
Bukan Sekadar Pajangan di Dapur
Di balik strategi memperluas pasar, Fotile juga ingin mengubah pandangan konsumen terhadap keberadaan cooker hood.
Selama ini, sebagian orang masih menganggap penghisap asap dapur hanya sebagai aksesori untuk membuat dapur terlihat lebih modern.
Padahal, Tommy menilai alat tersebut memiliki fungsi penting, terutama dalam membantu mengurangi asap dan polusi udara di dalam rumah.
“Banyak orang yang tidak berpikir bahwa di rumah tangga itu pentingnya memiliki sebuah penghisap asap. Padahal ini sangat penting sekali,” ucap Tommy.
Menurut Tommy, cooker hood seharusnya bukan sekadar dipasang sebagai pajangan.
“Kadang orang berpikiran bahwa menaruh penghisap asap itu hanya sebagai pajangan saja, yang penting ada angin-angin biar keren. Padahal ini ada porsi yang penting dalam kesehatan,” jelas dia.
Karena alasan itu pula, Fotile mengklaim tidak ingin terburu-buru menghadirkan Slim Hood ke pasar Indonesia.
Perusahaan mengaku ingin memastikan produk tersebut benar-benar memiliki fungsi yang optimal.
“Kami sengaja melambatkan mendatangkan itu karena kita pengin punya slim hood yang benar-benar berfungsi dengan baik, bukan hanya sekadar pajangan,” katanya.
Ia menambahkan, Slim Hood tersebut dirancang agar dapat menghisap asap dengan baik, mudah digunakan serta mudah dibersihkan.
“Benar-benar menghisap, benar-benar mudah dipakai, mudah dibersihkan dan bermanfaat,” ujarnya.
Setelah Masak Tak Perlu Ribet Bersihkan Cooker Hood
Fotile Product Expert, Vini Anggreini mengatakan, salah satu persoalan yang sering dihadapi konsumen setelah memasak adalah membersihkan cooker hood.
Sebab, selain harus membersihkan area kompor dan dapur, pengguna juga harus mengelap bagian penghisap asap yang terkena minyak.
Fotile kemudian menghadirkan Slim Hood dengan fitur yang diklaim dapat membuat proses pembersihan lebih praktis.
“Kami tidak hanya menghadirkan slim hood seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tetapi kami juga menghadirkan solusi, terutama dalam kemudahan pembersihan,” ucap Vini.
Slim Hood tersebut dilengkapi oil cup serta filter minyak berbahan stainless steel.
Fitur itu dirancang untuk memudahkan konsumen ketika membersihkan perangkat setelah digunakan.
“Banyak konsumen kami yang merasa sudah pakai cooker hood, tetapi setelah memasak masih ribet untuk membersihkan dan mengelapnya,” jelas dia.
“Oleh karena itu, kami menghadirkan slim hood yang dilengkapi oil cup dan filter minyak berbahan stainless steel. Ini sangat memudahkan saat dibersihkan,” lanjut Vini.
Rekomendasi untuk Pasangan Muda
Bagi pasangan muda yang baru memiliki rumah, Vini mengatakan, pemilihan cooker hood perlu disesuaikan dengan tipe hunian.
Untuk rumah yang memungkinkan adanya saluran pembuangan asap ke luar, Fotile merekomendasikan tipe chimney dengan pembuangan eksternal.
“Kami tetap akan merekomendasikan range hood yang chimney, yang pembuangan keluar,” katanya.
Menurutnya, sistem tersebut membuat asap dari aktivitas memasak dapat langsung dibuang ke luar rumah.
“Karena memang dari segi performa itu akan lebih maksimal, lebih bersih,” ujarnya.
Sementara bagi pasangan yang baru menikah dan ingin menyesuaikan pembelian dengan kondisi keuangan, produk kelas medium dapat menjadi pilihan awal.
“Nanti kalau misalnya one day dia mau ganti, ya bisa upgrade,” ucap Vini.
Dengan melihat besarnya kontribusi Cirebon terhadap penjualan regional Jawa Barat, Fotile kini tidak hanya melihat kota tersebut sebagai pasar sekunder.
Cirebon justru menjadi salah satu pasar penting untuk memperluas penetrasi produk, mulai dari kompor gas hingga cooker hood, dari kelas new entry sampai premium.
Dan angka 30 persen itu menjadi salah satu gambaran bagaimana konsumen Cirebon dan wilayah sekitarnya mulai menjadi kekuatan tersendiri bagi pasar peralatan dapur di Jawa Barat. (*)