Dua Balita Kakak Beradik Meninggal Dunia Usai Jadi Korban Kebakaran Rumah di Banyumanik Semarang
Rustam Aji August 30, 2026 09:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Tragedi kebakaran rumah di Semarang merenggut nyawa dua balita kakak beradik, Nail Alkhalifi Utama (5 bulan) dan Arkana Mumtaz Utama (3 tahun). Kedua korban mengembuskan napas terakhir secara berurutan setelah sempat menjalani perawatan medis akibat luka bakar serius usai rumah mereka di Jalan Cendana Timur, Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, terbakar pada Kamis (27/8/2026) siang.

Nail lebih dahulu dinyatakan meninggal dunia pada Kamis malam, sedangkan sang kakak, Arkana, menyusul meninggal pada Minggu (30/8/2026) dini hari di RSUP Dr Kariadi Semarang. Kedua korban telah dimakamkan berdampingan di TPU Someru–Kedung Winong.

Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky Prasetyo, membenarkan kabar duka meninggalnya balita tewas kebakaran tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan pemicu kebakaran.

"Siap, masih dalam penyelidikan," ujar Kompol Hengky saat dikonfirmasi mengenai kepastian meninggalnya kedua korban serta perkembangan penanganan kasus tersebut, Minggu (30/8/2026).

Kronologi Insiden dan Upaya Evakuasi Warga

Peristiwa memilukan itu bermula ketika rumah dalam keadaan terkunci dari dalam dan hanya dihuni oleh kedua balita bersama seorang asisten rumah tangga (ART) berusia 59 tahun. Warga sekitar sempat mendengar tiga kali ledakan kecil dari bagian dapur yang memicu gumpalan asap pekat.

Baca juga: PSCS Cilacap U-17 Meraih Juara Piala Soeratin U-17 Jawa Tengah 2026

Warga setempat berinisiatif membobol gembok pagar dan memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Tiga orang penghuni rumah berhasil dievakuasi dalam kondisi mengalami luka bakar parah sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit menggunakan kendaraan pribadi milik warga.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mengerahkan 28 personel dan lima unit armada untuk mengendalikan si jago merah. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, menjelaskan bahwa struktur ruangan yang tertutup membuat hawa panas dan api terperangkap di ruang tengah.

"Sebelum api membesar sempat terjadi ledakan di bagian dapur hingga menyebabkan tembok rumah pecah. Luka bakar serius terjadi karena korban terjebak di ruangan tengah," jelas Tantri.

Kerugian Materiil dan Imbauan Kewaspadaan Rumah Tangga

Area bangunan seluas 90 meter persegi mengalami kerusakan parah pada bagian plafon, atap, serta perabotan elektronik dengan taksiran kerugian materiil mencapai Rp100 juta. Lokasi kejadian saat ini masih dipasang garis polisi guna kepentingan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim inafis Polsek Banyumanik.

Atas insiden ini, Damkar Kota Semarang mengimbau masyarakat luas untuk selalu memeriksa keamanan regulator tabung gas serta instalasi listrik secara berkala guna mencegah potensi terjadinya korsleting maupun ledakan fatal di dalam permukiman. (rez)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.