TRIBUNWOW.COM - Pemimpin Besar Suku Dayak, Panglima Jilah, bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (28/8/2026) dan mengusulkan agar warga Dayak yang bertato dapat mendaftar menjadi anggota TNI dan Polri.
Prabowo kemudian memanggil jajarannya untuk menggelar rapat, termasuk membahas usulan Panglima Jilah tersebut.
Hal itu terungkap melalui unggahan Instagram Sekretariat Kabinet pada Sabtu (30/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Panglima Jilah juga menyampaikan sejumlah permohonan untuk masyarakat Dayak Kalimantan. Di antaranya pembangunan jalan di daerah pedalaman, sekolah rakyat, serta pemberian beasiswa di berbagai wilayah kota adat Dayak.
Panglima Jilah turut mengusulkan pembangunan rumah adat Dayak.
Baca juga: Prabowo Panggil Panglima TNI hingga Menhan ke Hambalang, Bahas Rekrutmen Warga Dayak Jadi TNI
Selain pembangunan berbagai kebutuhan masyarakat, Panglima Jilah menyampaikan keinginan warga Dayak untuk mengabdi kepada negara melalui TNI dan Polri.
“Keinginan warga Dayak untuk masuk menjadi anggota TNI-Polri, persyaratannya disesuaikan kembali, misalnya penggunaan tato bagi suku adat,” tulis Sekretariat Kabinet.
Prabowo kemudian memanggil Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto hingga Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Rapat tersebut dilakukan di Hambalang pada Sabtu (29/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo meminta perkembangan mengenai beberapa hal, termasuk penyesuaian syarat terkait perekrutan warga suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI-Polri.(*)