Kabut Asap Karhutla Selimuti Tapin, BPBD Bagikan Masker ke Pengendara
Ratino Taufik August 30, 2026 09:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

Meski demikian, hingga Minggu (30/8/2026), belum ada laporan kejadian luar biasa (KLB) penyakit yang secara khusus dikaitkan dengan dampak kabut asap di Kabupaten Tapin.

Sebagai langkah antisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin membagikan masker kepada pengendara yang melintas di sejumlah titik di Kota Rantau, Minggu sore.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 16.30 Wita, dengan lokasi awal di dua titik, yakni Bundaran Sirang Pitu dan lampu merah Kupang.

Rencananya, pembagian masker juga diperluas ke perempatan Tugu Genre Rantau Baru, menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan.

Kasubbid Kesiapsiagaan BPBD Tapin, Hairani, mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti apakah kabut asap yang terjadi saat ini telah berdampak terhadap peningkatan jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Untuk Dinkes, kami kurang mengetahui apakah dampak dari kabut asap ini banyak warga yang terkena penyakit, misalnya ISPA," ujarnya.

Baca juga: Banyak Tepian Sungai Terancam Longsor, BPBD HSU Lakukan Pendataan

Menurutnya, BPBD lebih berfokus pada penanganan karhutla serta upaya pencegahan dan perlindungan masyarakat yang terdampak asap.

Sementara itu, Imus, warga Desa Pabaungan Hulu, Kecamatan Candi Laras Selatan mengatakan ada sejumlah warga yang mengalami penyakit seperti diare dan muntaber.

Namun, ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan dampak karhutla dan kabut asap yang terjadi.

"Sejumlah warga ada yang mengalami diare dan muntaber. Kami menduga akibat dampak karhutla," katanya.

Di Kecamatan Candi Laras Selatan (CLS), kabut asap juga disebut mulai dirasakan hampir di seluruh wilayah.

Camat Candi Laras Selatan, Hj Rusmiati, mengatakan kondisi tersebut salah satunya diduga dipengaruhi masih adanya lahan yang terbakar di wilayah Desa Sungai Rutas.

"Kalau kabut asap hampir semua se-Kalsel. Untuk CLS mungkin karena masih banyak lahan terbakar di wilayah Desa Sungai Rutas yang menjadi penyumbang kabut asap," ujar mantan Kepala Puskesmas Baringin Candi Laras Selatan tersebut 

Terkait kondisi kesehatan masyarakat, Rusmiati menyebut memang terdapat satu atau dua penderita penyakit yang menyertai kondisi kabut asap.

Namun, jumlah tersebut belum menunjukkan kondisi yang mengarah pada kejadian luar biasa.

"Menurut penyakit yang menyertai kabut asap ini ada satu atau dua penderita, tetapi tidak menjadi KLB," katanya.

Di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk serta menggunakan masker saat bepergian.

Pembagian masker oleh BPBD Tapin menjadi salah satu langkah perlindungan awal bagi masyarakat, khususnya pengendara yang beraktivitas di tengah kondisi udara yang terpapar asap karhutla.

(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.