TRIBUNNEWS.COM - Legenda menjadi materi yang dipelajari dalam buku Bahasa Indonesia kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka edisi revisi halaman 142 dan 143.
Dalam buku Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX (Edisi Revisi) karangan Yeti Islamawati-Maman terbitan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2025, siswa diminta mengidentifikasi latar dan tokoh dalam legenda pada Bab IV: Meneladani Pesan Moral dalam Legenda.
Sebelumnya, siswa wajib membaca legenda Asal Mula Ake To Lahi (Air Permintaan) sebuah cerita rakyat dari Maluku Utara pada halaman 136 hingga 142.
Kemudian, siswa mengidentifikasi unsur tokoh dan latar yang terdapat di dalamnya.
Menurut Nurgiyantoro (2009), latar (setting) adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam karya fiksi.
Latar terbagi menjadi tiga unsur utama, yaitu tempat, waktu, dan suasana.
Fungsi latar antara lain memberikan kesan realistis dan konkret, memberi dasar penafsiran situasi, menciptakan suasana tertentu, serta memberi dorongan terhadap berkembangnya plot.
Bagi siswa kelas 9 SMP, MTs yang kesulitan mengerjakan tugas pada halaman 142 dan 143 dapat menggunakan kunci jawaban di bawah ini sebagai referensi belajar.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 125 126 127 128 129 130 Edisi Revisi Uji Kompetensi
Berikut kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 9 SMP, MTs halaman 142 dan 143 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi:
Setelah kalian menyimak legenda tersebut, identifikasilah unsur tokoh dan latar yang terdapat di dalamnya. Gunakan tabel berikut untuk memudahkan pekerjaan kalian.
1. Nama tokoh: Raja Sadik
Watak: Bijaksana dan baik hati
Bukti pada Teks: Di sebuah Kerajaan Ternate yang aman dan makmur, Raja Sadik memimpin bersama istrinya, Ratu Gumira. Mereka sangat dicintai rakyat karena kebijaksanaan dan kebaikan hatinya.
2. Nama tokoh: Permaisuri
Watak: Perhatian dan pengertian
Bukti pada Teks: Ratu Gumira menenangkannya seraya menyampaikan bahwa itu hanya mimpi semata.
3. Nama tokoh: Kepala desa
Watak: Teguh pendirian
Bukti pada Teks: Ketika Zainal mengusulkan agar mereka juga ikut pindah, kepala desa menolak karena terikat janji kepada mendiang Raja Aswad untuk tetap menjaga dan tinggal di Desa Buku Bandera apa pun yang terjadi.
1. Teks: Di sebuah Kerajaan Ternate yang aman dan makmur, Raja Sadik memimpin bersama istrinya, Ratu Gumira. Mereka sangat dicintai rakyat karena kebijaksanaan dan kebaikan hati mereka. Keduanya juga hidup saling mencintai dan mendukung satu sama lain. Sayangnya, mereka belum dikaruniai anak. Setelah sekian lama berdoa, akhirnya Ratu Gumira melahirkan seorang putra tampan yang diberi nama Pangeran Aditya. Kelahirannya disambut gembira oleh para tamu kerajaan dari negeri-negeri tetangga.
Latar tempat: Kerajaan Ternate
Latar waktu:
Latar suasana: Gembira
2. Teks: Malam itu, Raja Sadik kembali bermimpi didatangi oleh laki-laki tua yang sama seperti sebelumnya. Dalam mimpi itu, sang kakek memberi petunjuk agar raja menancapkan sebatang bambu di dekat sebuah batu besar di bukit, setelah lebih dulu berdoa dengan tulus sebelum matahari terbit.
Latar tempat:
Latar waktu: Malam
Latar suasana: Menegangkan
3. Teks: Melihat keajaiban itu, Raja Sadik merasa bersyukur dan makin mantap sebagai pemimpin. Ia pun memberikan bantuan berupa bibit tanaman dan hewan ternak kepada warga. Kehidupan Desa Buku Bandera kembali makmur seperti dahulu. Desa itu pun makin dikenal, bukan hanya karena kekayaan alamnya, tetapi juga karena keberkahan dan doa yang terkabul.
Latar tempat: Desa Buku Bandera
Latar waktu:
Latar suasana: Penuh rasa syukur
*) Disclaimer:
(Tribunnews.com/Sri Juliati)