TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Berikut 9 tim pesaing PSMS Medan di Zona Barat Kompetisi Championship musim 2026/2027.
Kompetisi Championship adalah liga sepak bola tingkat kedua di Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai Liga 2.
Jelang kompetisi Championship 2026/2027, PSMS Medan berhasil mengalahkan Persis Solo dalam rangkaian uji coba pramusim.
Diketahui pada laga uji coba sebelumnya, PSMS kalah atas Barito Putera 1-3 dan diimbangi Kendal Tornado FC 1-1.
PSMS Medan membidik gelar juara Championship musim 2026/2027 sekaligus promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League, pada musim berikutnya.
Target tersebut menjadi ambisi besar bagi Ayam Kinantan setelah kembali harus berjuang di kompetisi kasta kedua Liga Indonesia.
Pada musim 2026/2027, PSMS Medan akan bersaing di Zona Barat bersama sembilan tim lainnya untuk memperebutkan tiket promosi ke kasta tertinggi.
9 Tim Pesaing
Sembilan tim yang menjadi pesaing PSMS Medan di Zona Barat yakni Adhyaksa FC Bekasi, Persikad Depok, Sumsel United, Persiraja Banda Aceh, PSGC Ciamis, PSPS Pekanbaru, Semen Padang, Persiku Kudus, dan PSIS Semarang.
Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan, mengatakan target promosi tidak hanya dilakukan dengan membangun kekuatan di dalam lapangan, tetapi juga melalui pembenahan manajemen klub secara menyeluruh.
Menurutnya, profesionalisme manajemen menjadi salah satu fondasi penting agar PSMS mampu memenuhi persyaratan lisensi klub sekaligus memberikan rasa aman kepada pemain dan staf yang bergabung.
"Supaya bisa memenuhi target Liga 2 tentu paling dasar melakukan pembenahan di dalam manajemen. Supaya manajemen lebih profesional dan mendapatkan lisensi klub," ujar Fendi kepada Tribun Medan.
Ia menjelaskan, lisensi klub menjadi salah satu indikator bahwa sebuah klub telah memenuhi standar profesional, baik dari sisi keuangan, legalitas maupun aspek lainnya.
Dengan manajemen yang sehat dan profesional, Fendi berharap PSMS semakin mudah menarik pemain berkualitas untuk bergabung.
"Tujuan lisensi klub itu supaya sah dari liga kita merupakan klub yang profesional dari sisi keuangan, legal dan lain-lain. Tujuannya, saat kita membangun tim, khususnya merekrut pemain-pemain bagus, mereka bisa melihat bahwa klub ini sehat, sehingga mereka bisa merasa nyaman," katanya.
Fendi menilai pembenahan manajemen memiliki hubungan erat dengan proses pembentukan tim.
Karena itu, pihaknya tidak hanya fokus mendatangkan pemain, tetapi juga memastikan seluruh aspek klub berjalan secara profesional.
Dari sisi teknis, PSMS juga menyiapkan staf pelatih yang dinilai sesuai dengan kebutuhan tim. Komposisi skuad kemudian dibangun dengan memadukan pemain muda dan pemain berpengalaman.
"Dari sisi staf pelatih kita cari yang terbaik, dalam arti kebutuhan tim seperti apa. Kemudian kedalaman skuat pastinya kita kombinasikan antara pemain muda dengan yang berpengalaman karena kita melihat tim ini untuk jangka panjang, bukan hanya satu musim," jelas Fendi.
Dalam menentukan pemain yang akan direkrut, manajemen tidak mengambil keputusan seorang diri. Fendi menyebut staf pelatih bersama tim analis terlebih dahulu melakukan pemetaan berdasarkan kebutuhan dan data pemain.
Setelah nama-nama pemain diajukan oleh tim teknis, manajemen kemudian mengambil peran dalam proses negosiasi.
"Itu kebijakan dari staf pelatih dengan tim analis. Dari data itu mereka ajukan nama, kemudian kami dari manajemen untuk negosiasi," ungkapnya.
Hingga saat ini, PSMS Medan telah mengumumkan 26 pemain melalui unggahan di akun Instagram resmi @official_psmsmedan.
Adapun komposisi skuad Ayam Kinantan saat ini terdiri dari Adlin Cahya, Farhan, Abdul Zaki Alim, Dani Saputra, Ahmad Gunandi, Fakhrurrazi Quba, Rachmad Hidayat, Ikhsan Chan, Rayhan Utina, Phillerson, Bintang Arrahim, Rudi N. Rajak, M. Raihan Utama, Rizdjar Nurviat Subagja, Roken Tampubolon, Aziz Hutagalung, Taufik Hidayat, M. Natshir, Samuel Simanjuntak, Irfan Jauhari, Rangga Muslim, Angelo Meneses, Sulthan Zaki, Asyrad Gufron, Pramoedya Putra, dan M. Akram Albar.
Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Pasalnya, PSMS Medan masih memiliki satu slot pemain asing serta pemain yang memenuhi regulasi U-21 yang belum diumumkan kepada publik.
Selain itu, operator kompetisi juga menerapkan regulasi yang memperbolehkan setiap tim mendaftarkan maksimal 35 pemain untuk mengarungi kompetisi.
PSMS Medan juga akan menghadapi persaingan ketat pada Championship 2026/2027. Dengan format kompetisi yang hanya menyediakan tiga tiket promosi dari dua zona, setiap pertandingan dipastikan memiliki nilai penting.
I.League selaku operator kompetisi menetapkan tiga tim yang akan promosi ke Super League. Tiket tersebut diberikan kepada masing-masing juara zona serta satu tim terbaik dari perebutan runner-up kedua zona.
Kondisi tersebut membuat PSMS tidak boleh kehilangan banyak poin sepanjang kompetisi.
Fendi pun enggan menyebut satu tim tertentu sebagai lawan terberat. Menurutnya, seluruh peserta memiliki kekuatan yang patut diwaspadai.
"Bagi saya semua tim itu berat. Kalau berat dari sisi mana dulu," ujarnya.
Ia berkaca pada pengalaman PSMS pada musim sebelumnya. Salah satunya ketika menghadapi Persekat Tegal yang pada akhirnya terdegradasi.
Namun, PSMS justru tidak mampu meraih kemenangan ketika menghadapi tim tersebut.
"Berkaca dari musim lalu kita lawan Persekat Tegal yang klub degradasi kita tidak pernah menang. Apakah klub degradasi kita sebut lemah? Buat kita belum tentu," kata Fendi.
Hal serupa juga terjadi ketika PSMS menghadapi Persiraja. Dalam dua musim sebelumnya, pertandingan menghadapi klub asal Banda Aceh tersebut selalu menjadi tantangan tersendiri.
"Ketika menghadapi Persiraja, dalam dua musim terakhir kita tidak pernah menang. Nah, di musim lalu menang dan tidak pernah kalah, itu tim kuat," tuturnya.
Selain itu, Fendi juga menyebut Adhyaksa Farmel FC sebagai salah satu tim yang harus mendapat perhatian. Sebagai tim promosi, Adhyaksa Farmel FC tetap dinilai memiliki potensi memberikan kejutan.
"Sama halnya dengan Adhyaksa Farmel FC yang tim promosi, kita tidak pernah menang ataupun kalah dari mereka. Jadi harus serius di setiap pertandingan," tegasnya.
Untuk mendukung ambisi promosi, PSMS juga telah menyiapkan dukungan dari sektor komersial. Fendi mengatakan sejumlah sponsor sudah menyatakan dukungannya kepada klub.
Menurutnya, kehadiran sponsor menjadi bagian penting dalam menopang kebutuhan tim selama menjalani kompetisi.
"Sponsor sudah ada beberapa. Jadi mungkin musim lalu tidak banyak sponsornya karena mungkin sponsor masih mau melihat dulu setelah manajemen baru ini," ungkapnya.
Fendi optimistis jumlah sponsor akan bertambah seiring dengan upaya manajemen menjadikan PSMS sebagai klub yang profesional dan memiliki target besar.
"Makanya dengan klub yang profesional, yang berlisensi dengan target besar, pasti sponsor mau ikut," katanya.
Selain kekuatan finansial, Fendi menilai tantangan terbesar PSMS justru bagaimana menjaga kondisi internal tim sepanjang musim.
Ia menekankan pentingnya suasana ruang ganti yang kondusif karena hal tersebut dapat berpengaruh langsung terhadap performa pemain di lapangan.
"Bagaimana kita menjaga kondisi internal kita di locker room. Kita tidak perlu memikirkan tim lain, tapi pikirkan tim sendiri. Kalau kondusivitas di locker room tidak baik, ya tidak akan bagus mainnya," ujarnya.
Untuk menjaga kondisi tersebut, manajemen akan berkoordinasi dengan tim pelatih sekaligus memastikan kebutuhan pemain terpenuhi.
"Trik kita menjaga dengan arahan pelatih, memberikan fasilitas baik, gaji tidak terlambat," tambahnya.
Eko Purdjianto Optimistis Bawa PSMS Promosi
Sementara itu, Pelatih Kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto, menyambut positif dukungan penuh dari manajemen untuk mengejar target promosi.
Musim 2026/2027 akan menjadi musim kedua Eko menangani PSMS Medan. Pengalaman membawa Persis Solo promosi serta meraih gelar bersama Bali United menjadi modal bagi dirinya dalam menghadapi tekanan dan ekspektasi besar di PSMS.
"Dulu saya juga pernah bawa promosi Persis Solo dan di Bali United juga pernah juara. Dengan besarnya suporter PSMS, ini akan menjadi tantangan bagi saya," kata Eko.
Eko menyadari besarnya ekspektasi suporter PSMS. Karena itu, ia berharap dukungan tidak hanya datang dari manajemen, tetapi juga dari para pendukung Ayam Kinantan.
"Saya berharap selain support dari manajemen, saya juga berharap dari suporter untuk kita berikan kejutan tim ini lolos ke Liga 1," ujarnya.
Eko juga mengapresiasi dukungan manajemen yang menurutnya memiliki visi yang sama dengan tim pelatih.
"Kita sangat berterima kasih dengan dukungan manajemen yang bagus dan satu visi untuk lolos ke Liga 1," katanya.
Dengan dukungan tersebut, Eko mengaku optimistis PSMS mampu mewujudkan target promosi.
"Ya, saya sangat optimis apalagi mendapatkan dukungan dari manajemen. Ini akan menjadi tantangan untuk bekerja keras," tegasnya.
Pengamat olahraga, Indra Effendi Rangkuti, menilai keberhasilan PSMS dalam mengejar tiket promosi sangat bergantung pada ketepatan manajemen dalam memilih pemain.
Menurutnya, pemain yang direkrut harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan mampu menjalankan taktik yang diterapkan oleh pelatih.
"Yang pasti memilih pemain dengan tepat yang bisa menjalankan taktik pelatih," kata Indra.
Selain kualitas pemain, Indra mengingatkan PSMS agar tidak melupakan identitas klub yang selama ini melekat dalam sejarah Ayam Kinantan.
Menurutnya, karakter permainan khas PSMS atau yang dikenal dengan istilah "Rap-Rap" tetap harus menjadi bagian dari tim.
"Jangan melupakan ciri khas permainan PSMS Medan, Rap-Rap," pungkasnya.
(Cr29/tribun-medan.com)