Persiga Tersingkir dari Piala Soeratin U-17, Gol Cepat Persida Sidoarjo Jadi Biang Kekalahan
Ndaru Wijayanto August 31, 2026 05:14 AM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Persiga Trenggalek harus mengakhiri perjuangannya di Piala Soeratin U-17 setelah kalah 0-3 dari Persida Sidoarjo.

Pertandingan babak 32 besar tersebut berlangsung di Stadion Jenggolo, Sidoarjo, Minggu (30/8/2026) sore.

Manager Persiga Trenggalek, Agung Wahyuliyono, mengakui secara kualitas timnya masih berada satu tingkat di bawah Persida Sidoarjo.

Kondisi tersebut membuat Persiga harus kebobolan pada menit-menit awal pertandingan.

"Secara kualitas kita kalah satu tingkat dibanding Persida. Sehingga di menit awal Persiga Trenggalek harus kebobolan," terang Agung Wahyuliyono saat dikonfirmasi, Minggu (30/8/2026).

Menurut Agung, gol cepat yang bersarang di gawang Persiga sedikit banyak memengaruhi mental para pemain.

Baca juga: Piala Soeratin U-17, Persiga Trenggalek Fokus Pertajam Finishing Jelang Hadapi Perspa Pacitan

"Yang sedikit banyak memengaruhi mental anak-anak. Anak-anak sudah memberikan perlawanan yang maksimal. Ada beberapa peluang yang gagal dimanfaatkan menjadi gol," bebernya.

Tak hanya itu, ia mengatakan absennya salah satu pemain kunci Persiga, Doni, akibat akumulasi kartu juga memengaruhi keseimbangan tim.

"Absen salah satu pemain kunci kami, Doni, yang terkena akumulasi kartu sedikit banyak berpengaruh pada keseimbangan tim," imbuhnya.

Meski kalah, Agung menilai perjalanan Persiga U-17 hingga mampu menembus babak 32 besar menjadi pengalaman berharga bagi para pemain.

Ia menyebut hasil pertandingan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk mempersiapkan tim secara lebih matang pada ajang berikutnya.

"Ini menjadi pengalaman berharga buat anak-anak yang sudah lolos sampai babak 32 besar. Ke depan ini menjadi evaluasi bagi tim untuk mempersiapkan diri lebih matang di event berikutnya," jelasnya.

Agung juga membuka peluang para pemain Persiga U-17 menjadi bagian dari kerangka tim untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun depan.

"Mungkin di kelompok umur, tim ini bisa menjadi kerangka untuk event Porprov tahun depan," ulasnya.

Agung pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Trenggalek atas hasil pertandingan tersebut.

Ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan kepada Persiga hingga mampu melangkah ke babak 32 besar.

"Mohon maaf kepada masyarakat Trenggalek atas kekalahan ini. Terima kasih yang sudah mendukung Persiga hingga bisa masuk 32 besar," tutupnya.

Bangga Perjuangan Persiga U-17

Terpisah, Ketua Umum Persiga Trenggalek, Ayub Nualak, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain, official, dan jajaran pelatih yang telah mengawal Persiga U-17 hingga babak 32 besar.

"Kami bangga kepada seluruh tim yang selama ini bersama Persiga U-17 dan terima kasih kepada official, pelatih yang sudah membersamai Persiga hingga lolos dan bisa sampai ke 32 besar," terang Ayub.

Ayub menyebut keberhasilan Persiga U-17 melangkah hingga babak 32 besar patut diapresiasi.

Pria pengusaha salah satu kuliner ayam lodho ini mengatakan hal tersebut juga menjadi pesan yang disampaikan kepada para pemain, agar tetap menghargai perjuangan yang telah mereka lalui.

"Karena tetangga kita yang Tulungagung saja tidak bisa masuk ke 32 besar, tidak lolos. Itu yang kita sampaikan ke pemain," ujarnya.

Ayub meminta para pemain Persiga U-17 tidak patah semangat meski harus tersingkir dari kompetisi.

Menurutnya, perjalanan para pemain masih panjang dan masih banyak turnamen yang dapat menjadi kesempatan untuk kembali membawa nama Kabupaten Trenggalek atau Bumi Menak Sopal.

"Pesan saya kepada para pemain, jangan patah semangat. Ke depan masih banyak turnamen lainnya untuk mewakili Bumi Menak Sopal lebih baik lagi," imbuhnya.

Ayub juga mengingatkan para pemain agar tidak berhenti mengejar prestasi setelah tersingkir dari Piala Soeratin U-17.

Pasalnya, karier para pemain masih panjang dan Persiga masih membutuhkan mereka untuk menghadapi berbagai ajang mendatang.

"Pemain juga jangan berhenti sampai di sini, karena karier mereka masih panjang. Mereka harus mempersiapkan diri untuk banyak sekali event selanjutnya yang mungkin kita sangat membutuhkan para pemain," tandasnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.