Mengaji di Pinggir Jalan, Cara Warga Kampung Al-Quran di Polehan Kota Malang Syukuri Kemerdekaan
Ndaru Wijayanto August 31, 2026 05:14 AM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Suasana Jalan Kalimosodo 2, Kelurahan Polehan, Kota Malang, Jawa Timur berbeda dari biasanya, Minggu (30/8/2026).

Kawasan Kampung Al-Quran Wijaya Kusuma itu tampak ramai. Warga dari RW 6 dan RW 7 Polehan berkumpul di sepanjang jalan untuk menggelar Tradisi Barikan sebagai bentuk syukur atas kemerdekaan Indonesia.

Warga membawa beragam makanan untuk disantap bersama dalam tradisi selamatan kampung yang telah lama dikenal masyarakat Malang dan sekitarnya.

Namun, barikan kali ini terasa berbeda. Selain selamatan dan makan bersama, warga juga menggelar pembacaan Al-Quran secara bersama-sama.

Ketua Kampung Al-Quran Wijaya Kusuma, Muhammad Burhan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memaknai kemerdekaan secara lebih luas.

Kemerdekaan, menurutnya, bukan hanya tentang kebebasan sebuah bangsa, tetapi juga kesempatan untuk menjalankan ibadah, perkuat persaudaraan, serta membangun kehidupan yang lebih baik.

"Ini kegiatan barikan Kampung Al-Quran Wijaya Kusuma. Tradisi masyarakat di Malang dan sekitarnya untuk mensyukuri kemerdekaan. Selamatan bersama seluruh warga, ramai-ramai dilakukan di pinggir jalan," kata Burhan, Minggu (30/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, warga membaca Surat Al-Fath dan Surat Al-Hujurat.

Pemilihan kedua surat tersebut memiliki makna tersendiri. Surat Al-Fath berkaitan dengan kemenangan sehingga dinilai relevan dengan momentum memperingati kemerdekaan Indonesia.

Sementara Surat Al-Hujurat dipilih karena mengandung pesan mengenai pentingnya menjaga persaudaraan, hubungan antar sesama serta menghindari prasangka buruk.

Baca juga: Kemeriahan Watch Party Aragon GP 2026 di Malang, Bakal Jadi Saksi Panasnya MotoGP Mandalika 2026

"Al-Fath itu ceritanya mengenai kemenangan. Bagaimana sifat Rasulullah. Dibaca ketika mensyukuri kemenangan. Al-Hujurat itu tentang menjalin persaudaraan, tidak boleh berprasangka buruk dan seterusnya," ujarnya.

Burhan menegaskan, kemerdekaan harus dimaknai sebagai kesempatan untuk benar-benar bebas menjalankan kehidupan, termasuk dalam bidang ekonomi maupun ibadah.

"Jadi kami betul-betul menang. Merdeka, betul-betul bebas melaksanakan ekonomi, ibadah, dan kemerdekaan. Itu harus kami syukuri," katanya.

Baca juga: Kembali Jadi Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar Dapat Pesan Penting dari AHWA

Kegiatan tersebut juga menjadi cara warga memperkuat hubungan sosial. Burhan menyebut kehidupan bertetangga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang damai.

"Karena kita bertetangga, harus menjaga hubungan tetangga dengan baik. Kalau berhubungan dengan baik, negara ini menjadi kuat," tuturnya.

Kegiatan barikan Kampung Al-Quran kali ini melibatkan warga dari dua RW dan empat masjid. Rangkaian kegiatan membentang sekitar dua kilometer.

Gerakan Kampung Al-Quran sendiri telah dimulai sejak 2022. Awalnya kegiatan hanya melibatkan satu RW, tetapi kemudian berkembang hingga mencakup lima RW.

Baca juga: 70 Bikers NU Malang Raya Berangkat Muktamar ke Jombang, Wali Kota Ingatkan Bukan Sekadar Touring

Pada kegiatan kali ini, warga dari dua RW ikut berpartisipasi. Burhan mengatakan kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni. 

Setelah pembacaan Al-Quran, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian dan penguatan program belajar Al-Quran  di lingkungan kampung.

"Yang pertama, kami akan memantapkan kegiatan belajar Al-Quran  di kampung ini. Warganya semakin banyak yang terlibat, Al-Quran dipahami dan diamalkan," ujarnya.

Dalam jangka panjang, Kampung Al-Quran  Wijaya Kusuma memiliki cita-cita agar setiap rumah memiliki anggota keluarga yang menjadi penghafal Al-Quran  dan mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Burhan menyebut gerakan tersebut dibangun dengan empat tujuan utama, yakni membentuk warga yang semakin bertakwa, senang beramal saleh, hidup dalam kedamaian, serta sejahtera.

"Keempat, sejahtera. Jadi memang ada kegiatan pemberdayaan ekonomi," katanya.

Bagi warga Kampung Al-Quran, kemerdekaan adalah sarana untuk mensyukuri kehidupan, mempererat persaudaraan dan menghidupkan nilai-nilai Al-Quran  di tengah masyarakat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.