Kabut Asap di Kalsel Belum Lenyap, Mahasiswa UIN Kuliah Online, PJJ Banjarbaru Diperpanjang
Hari Widodo August 31, 2026 08:46 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sempat disebut fakta di lapangan tidak seperti di media sosial, kenyataannya wilayah Banjarbaru masih menghadapi dampak serius dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dari pantauan udara hingga sore, kabut asap belum juga lenyap dari Ibu Kota Kalimantan Selatan (kalsel) tersebut, Minggu (30/8/2026).

Salah satu titik terparah yaitu di kawasan Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Lianganggang, dan Jalan Gubernur Soebardjo (lingkar Selatan). Bahkan terjadi kecelakaan antara bus dan truk di wilayah, Guntung Papuyu, Gubernur Soebardjo akibat pekatnya kabut asap yang menyelimuti jalan.

Sehari sebelumnya, pada Sabtu (29/8), jalan akses Banjarbaru-Tanahlaut juga tertutup oleh kabut asap tebal dan menyebabkan jarak pandang pengendara terbatas.

Untuk mencegah hal-hal tak diinginkan, pengendara sepeda motor maupun mobil harus menurunkan kecepatannya dan menyalakan lampu utama.

Baca juga: Isi Curhatan Warga Desa Pabaungan Hulu Tapin Kalsel yang Terpapar Kabut Asap Karhutla 

Salah seorang warga setempat, Abdul, mengatakan kabut asap tebal biasanya terjadi pada dini hari dan pagi hari, dan akan semakin menipis ketika menjelang siang.

Selain di kawasan Pengayuan, kabut asap tebal juga terpantau menyelimuti kawasan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Trikora Banjarbaru.

Kabut asap bahkan meluas hingga mengganggu aktivitas warga di sejumlah ruas jalan Barito Kuala (Batola).

Kondisinya membuat jarak pandang pengendara sangat terbatas hingga sejumlah kendaraan memilih menghentikan perjalanan.

Kondisi tersebut dilaporkan terjadi sejak pagi dalam dua hari terakhir, terutama di ruas Jalan Jenderal Sudirman menuju kawasan perkantoran Marabahan dan Anjir, arah Kapuas.

Syahril, relawan di Marabahan, mengatakan kabut asap mulai menyelimuti kawasan tersebut sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 Wita.

Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, kondisi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan karena jarak pandang yang terbatas.

Kondisi lebih parah dilaporkan terjadi di kawasan Anjir km 16, yang berada tak jauh dari perbatasan wilayah dengan Kapuas.

Ibrahim, warga Anjir, mengatakan kabut asap mulai menyelimuti kawasan tersebut sekitar pukul 05.30 Wita.

Sejumlah pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat memilih menepi dan menghentikan perjalanan. Truk angkutan yang melintas di kawasan tersebut juga terlihat berhenti untuk menghindari risiko kecelakaan akibat terbatasnya jarak pandang.

Karena kabut asap pula, Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari mengeluarkan kebijakan pembelajaran online bagi mahasiswa di Kampus 2 di Guntung Manggis, Landasan Ulin.

Rektor UIN Antasari, Prof Nida Mufidah mengatakan kuliah online bagi mahasiswa di Kampus 2 diterapkan selama dua minggu sejak tanggal 3-17 September 2026.

Kebijakan ini berlaku bagi program studi (prodi) yang ada di Kampus 2 yaitu Fakultas Ushuludin dan Humaniora, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, serta Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Tak hanya mahasiswa, Pemko Banjarbaru memperpanjang kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarbaru, Abdul Basid menyebut keputusan perpanjangan PJJ bagi satuan pendidikan sejak 31 Agustus sampai 2 September untuk TK, SD, dan SMP ini diambil dalam rangka menindaklanjuti perkembangan paparan kabut asap yang berpotensi berdampak bagi keselamatan dan kesehatan warga sekolah.

Selain sekolah umum, satuan pendidikan keagamaan dibawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banjarbaru juga memperpanjang pelaksanaan pembelajaran dari rumah.

Kepala Kantor Kemenag Banjarbaru, Muhklis Ridhani, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat edaran tentang perpanjangan PJJ bagi madrasah se-Banjarbaru.

Baca juga: Fakta Karhutla di Kalsel 30 Agustus 2026, Kabut Asap Sebabkan Kecelakaan

Tidak hanya mengganggu arus lalu lintas di darat, kabut asap juga berdampak terhadap terganggunya aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Sabtu.

Melalui keterangan resmi, General Manager Bandara Syamsudin Noor, Stefhanus Milyas Wardhana, mengatakan tercatat ada 5 penerbangan yang mengalami keterlambatan atau delay pada Sabtu pagi.

Dampak kabut asap terhadap penerbangan di Bandara Syamsudin Noor ini tidak hanya kali ini terjadi, akan tetapi telah beberapa kali sejak kabut asap akibat karhutla menyerang wilayah Banjarbaru.(riz/sul)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.