Maraton Agenda Wali Kota Cirebon Effendi Edo: Peringatan 105 Tahun RS ke Pelantikan Dirut PDAM
Ravianto August 31, 2026 09:44 AM

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pagi Wali Kota Cirebon, Effendi Edo pada Senin (31/8/2026) tidak berhenti di satu tempat.

Dari halaman rumah sakit yang tengah merayakan usia lebih dari satu abad, langkahnya berlanjut ke Balai Kota untuk menghadiri pergantian pucuk pimpinan perusahaan air milik daerah.

Dua agenda itu dijalani dalam rentang waktu kurang dari tiga jam.

Agenda pertama dimulai pukul 07.30 WIB.

Edo dijadwalkan menjadi pembina apel dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-105 RSD Gunung Jati Cirebon.

Apel tersebut digelar di halaman parkir RSD Gunung Jati, Jalan Kesambi Nomor 56, Kota Cirebon

Baca juga: Warga Cirebon, Ini Risiko Pinjamkan KTP: Data Samsat Terintegrasi Bisa Batalkan Bantuan Sosial

Wali Kota tidak sendiri.

Ia dijadwalkan didampingi Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati serta Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman.

Usia 105 tahun membuat RSD Gunung Jati bukan sekadar bagian dari agenda seremonial pemerintah kota.

Rumah sakit tersebut telah menjadi salah satu wajah pelayanan kesehatan bagi masyarakat Cirebon. 

Karena itu, peringatan hari ulang tahun menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan sekaligus tantangan pelayanan kesehatan yang dihadapi masyarakat.

Namun, setelah agenda di rumah sakit selesai, perhatian Wali Kota bergeser ke persoalan layanan publik lainnya.

Sekitar dua setengah jam kemudian, Edo dijadwalkan menghadiri pelantikan Direktur Utama dan Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon.

Pelantikan dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB di Ruang Adipura Kencana, Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi Nomor 84, Kecamatan Kejaksan.

Dari rumah sakit ke perusahaan air.

Dua tempat berbeda, tetapi memiliki benang merah yang sama, yakni pelayanan dasar yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.

Di Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, wajah baru akan mengisi jajaran direksi setelah proses seleksi yang berlangsung sejak beberapa bulan sebelumnya.

Berdasarkan pengumuman hasil seleksi Pemkot Cirebon tertanggal 19 Agustus 2026, dua nama yang ditetapkan sebagai calon direksi terpilih adalah Andri Satria, untuk posisi Direktur Utama dan Agung Astija, untuk posisi Direktur Umum.

Andri Satria menjadi sosok yang cukup menarik perhatian.

Ia bukan berasal dari internal Perumda Air Minum Tirta Giri Nata.

Sebelumnya, Andri disebut pernah menjabat sebagai Direktur Teknik PDAM Kota Padang.

Latar belakang tersebut kemudian memunculkan sorotan mengenai hadirnya orang luar dalam perebutan kursi pucuk pimpinan perusahaan air daerah Cirebon.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo sebelumnya membantah anggapan bahwa proses tersebut sengaja mendatangkan orang luar.

Menurut dia, pendaftaran seleksi dibuka untuk umum sehingga siapa pun yang memenuhi persyaratan dapat mengikuti proses tersebut.

Andri akhirnya terpilih setelah melewati tahapan seleksi dan uji kompetensi serta wawancara.

Berbeda dengan Andri, Agung Astija disebut berasal dari lingkungan internal Perumda Air Minum Tirta Giri Nata.

Keduanya kini disiapkan menjadi duet baru yang akan mengelola perusahaan penyedia layanan air minum bagi masyarakat Kota Cirebon.

Pergantian pucuk pimpinan tersebut tidak datang tanpa latar belakang.

Masa jabatan Direktur Utama sebelumnya, Sofyan Satari, periode 2021–2026 telah berakhir.

Sofyan Satari sebelumnya diangkat berdasarkan Keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 539/Kep.82-EKONSDA/2021.

Pada 25 Maret 2026, Effendi Edo juga memimpin apel di lingkungan Perumda sekaligus melepas Sofyan Satari yang memasuki masa purna tugas.

Pergantian tersebut kemudian berlanjut pada proses pencarian pimpinan baru.

Pemkot Cirebon membuka seleksi calon anggota Dewan Pengawas dan Direksi BUMD pada 8 April 2026.

Hasil seleksi administrasi diumumkan pada 28 April 2026. Kemudian, hasil penilaian Uji Kelayakan dan Kepatutan atau UKK diumumkan pada 13 Mei 2026.

Tahapan seleksi berlanjut hingga Pemkot mengumumkan calon direksi terpilih pada 23 Juli 2026.

Khusus untuk Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, hasil seleksi calon Direktur Utama dan Direktur Umum kemudian diumumkan pada 19 Agustus 2026.

Kini, agenda pelantikan menjadi babak berikutnya.

Jika prosesi berjalan sesuai jadwal, Andri Satria akan menempati kursi Direktur Utama, sedangkan Agung Astija menjadi Direktur Umum.

Setelah dilantik, tantangan keduanya bukan lagi soal mengikuti seleksi.

Ada pekerjaan yang lebih nyata, bagaimana perusahaan air daerah tersebut memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

Terlebih, posisi direktur utama perusahaan air minum tidak hanya berbicara mengenai administrasi dan pengelolaan perusahaan.

Ada pelanggan yang menunggu air mengalir, ada keluhan yang membutuhkan jawaban dan ada tuntutan agar pelayanan publik berjalan semakin baik.

Karena itu, pelantikan pada Senin pagi tersebut bukan sekadar pergantian nama di jajaran direksi.

Dari RSD Gunung Jati yang memasuki usia 105 tahun hingga Perumda Air Minum Tirta Giri Nata yang bersiap dengan wajah baru, dua agenda Effendi Edo hari itu mempertemukan dua sektor pelayanan dasar yang sama-sama dekat dengan kehidupan warga Cirebon, yakni kesehatan dan air.

Dan setelah prosesi pelantikan selesai, perhatian berikutnya akan tertuju pada satu pertanyaan, apa gebrakan pertama duet baru Tirta Giri Nata untuk warga Cirebon?(*)

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.