TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Jembatan Merpati Pongpet (Jembatan Pongpet Margajaya) di Kampung Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, tengah menjadi sorotan publik.
Infrastruktur penyeberangan yang juga menjadi ikon wisata pedesaan tersebut mengalami kerusakan parah hingga anjlok pada Minggu (30/8/2026) sore.
Jembatan Pongpet Margajaya anjlok dan nyaris ambruk beberapa saat setelah diresmikan oleh Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami.
Jembatan gantung sepanjang 60 meter yang melintasi Sungai Cijulang dengan ketinggian 30–40 meter ini memiliki peran yang sangat strategis.
Keberadaannya menghubungkan tiga wilayah sekaligus, yaitu Desa Margacinta, Desa Cibanten (Kecamatan Cijulang), dan Desa Cimindi (Kecamatan Cigugur).
Baca juga: Detik-detik Kades Margacinta Tertindih Warga dan Berpegangan Tali Baja saat Jembatan Pongpet Ambruk
Selain sebagai akses harian warga, jembatan ini merupakan jalur utama menuju destinasi wisata Kampung Budaya Seni Badud.
Bagi masyarakat yang ingin menuju kawasan Desa Wisata Margacinta, lokasi ini berjarak sekitar 27,4 kilometer dari Alun-Alun Pariwisata Pangandaran dengan waktu tempuh berkendara sekitar 46 menit.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
Penyebab utama ambruknya jembatan diduga kuat akibat beban berlebih (overload).
Saat prosesi peresmian berlangsung, lebih dari 50 orang menaiki jembatan secara bersamaan, termasuk rombongan Bupati Pangandaran dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Beban berat tersebut membuat struktur angkur penahan dan dudukan seling besi di sisi kanan jembatan tidak mampu menahan beban hingga patah.
Akibatnya, badan jembatan mendadak melengkung dan anjlok ke bawah.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa mencekam tersebut.
Namun, beberapa orang dalam rombongan, termasuk Kepala Dinas PU, dilaporkan mengalami luka lecet di bagian tangan serta syok berat.
Saat ini lokasi jembatan telah ditutup total demi keamanan warga. Dinas PU Pangandaran tengah melakukan investigasi mendalam terkait pemenuhan spesifikasi material dan kelayakan konstruksi jembatan tersebut.(*)