TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Di tengah ancaman kemarau panjang dan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mempawah menggelar Salat Istisqa bersama untuk memohon diturunkannya hujan, Senin, 31 Agustus 2026.
Salat sunnah memohon hujan tersebut berlangsung khusyuk di Halaman Kantor Bupati Mempawah.
Secara administratif, Kompleks Kantor Bupati Mempawah merupakan pusat kendali pemerintahan Kabupaten Mempawah.
Lokasi pusat pemerintahan ini terhubung langsung dengan koridor jalan nasional utama di pesisir barat Kalimantan Barat.
Jarak antara Kantor Bupati Mempawah (Jalan Daeng Manambon, Mempawah Hilir) dengan Kota Pontianak sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat adalah sekitar 65 kilometer hingga 75 kilometer, bergantung pada rute lintasan yang dipilih.
Waktu Tempuh Jalur Darat: Jalur utama lintas Pontianak–Mempawah dapat ditempuh dalam waktu perjalanan darat berkisar 1,5 hingga 2 jam menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Fungsi Strategis: Karena letaknya yang berada di jalur perlintasan utama menuju kawasan utara Kalbar (seperti Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas), lokasi Kantor Bupati Mempawah kerap menjadi pusat koordinasi tanggap bencana regional, termasuk penanganan karhutla dan banjir.
Agenda keagamaan ini dihadiri langsung oleh Bupati Mempawah Hj. Erlina, S.SH., M.H., Wakil Bupati Juli Suryadi, Sekretaris Daerah Abdul Malik, jajaran Forkopimda, personel Satgas Karhutla Mabes TNI dan Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta masyarakat umum.
Pelaksanaan Salat Istisqa dipimpin oleh Ustaz Safrani selaku imam, sedangkan khotbah disampaikan oleh KH. M. Syadzily.
Bupati Mempawah, Erlina, menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah ini merupakan ikhtiar spiritual bersama seluruh pemangku kepentingan dan warga di tengah cuaca ekstrem yang memicu maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Salat Istisqa ini adalah bentuk permohonan kita kepada Allah SWT. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita diberi rahmat dengan turunnya hujan untuk meredakan kemarau dan menghalau kabut asap," ujar Erlina seusai pelaksanaan ibadah.
Hujan deras amat dinantikan masyarakat saat ini karena kondisi kekeringan yang melanda membuat titik panas (hotspot) dan luasan karhutla meningkat tajam.
Meski demikian, Erlina menegaskan bahwa upaya spiritual harus dibarengi dengan tindakan nyata di lapangan, terutama dalam mencegah timbulnya titik api baru.
Ia mewanti-wanti masyarakat agar tidak menambah kerawanan dengan cara membuka lahan menggunakan metode pembakaran maupun membakar sampah sembarangan.
• PCNU Mempawah Ucapkan Selamat KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz Pimpin PBNU 2026-2031
"Alangkah baiknya jangan dibakar dulu, karena kondisi saat ini luar biasa sekali, kabut asap dan kemarau panjang sangat rentan," tegas Erlina.
Ia menambahkan, pembakaran lahan sekecil apa pun berpotensi menjadi bencana besar karena vegetasi gambut yang sangat mengering.
Dampak buruk kabut asap tidak hanya merugikan kesehatan dan aktivitas ekonomi warga lokal, tetapi juga berisiko menjadi asap lintas batas (transboundary haze) hingga ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
"Mari kita masing-masing introspeksi diri, menjaga diri, wilayah, dan lingkungan agar jangan ada yang melakukan pembakaran," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Mempawah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada tim gabungan yang terdiri dari Mabes TNI, Polri, BPBD, regu pemadam kebakaran, serta para relawan yang bekerja keras memadamkan api di titik-titik rawan karhutla.
Dr. Hj. Erlina, S.H., M.H. merupakan Bupati Mempawah periode 2019–2024 dan kembali terpilih menjabat untuk periode 2025–2030.
Ia mencatatkan sejarah sebagai bupati perempuan pertama yang memimpin Kabupaten Mempawah.
Nama Lengkap: Dr. Hj. Erlina, S.H., M.H.
Tempat, Tanggal Lahir: Pontianak, 14 April 1970
Jabatan Saat Ini: Bupati Mempawah (Periode 2025–2030)
Pasangan/Suami: H. Ria Norsan (Gubernur Kalimantan Barat)
Riwayat Pendidikan
SD: SDN 05 Mempawah Hilir (1978–1983)
SMP: SMPN 02 Mempawah Hilir (1984–1986)
SMA: SMAN 04 Kota Pontianak (1987–1989)
S1 (Sarjana Hukum): Universitas Tanjungpura Pontianak (1995–1999)
S2 (Magister Hukum): Universitas Tanjungpura Pontianak (2001–2004)
S3 (Doktor Ilmu Manajemen): Universitas Tanjungpura Pontianak (2020–2025)
Karier & Jabatan Organisasi
Bupati Mempawah (Periode 2019–2024 & 2025–2030)
Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO) periode 2025–2029
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) periode 2021–2025
Wakil Ketua Umum ASPEKSINDO periode 2021–2025
Ketua PMI Kabupaten Mempawah (2009–2024)
Ketua TP PKK, PAUD, & Dekranasda Kabupaten Mempawah (2009–2019) (*)