TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ada lima perusahaan bersaing memenangkan tender pembangunan Stadion Untia, Makassar.
Stadion Untia dibangun di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Luas lahan Stadion Untia sekitar 23 hektar.
Kelima perusahaan calon pemenang ialah PT Sinar Cerah Sempurna, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung, PT Hutama Karya (Persero), PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
PT Sinar Cerah Sempurna (PT SCS) adalah perusahaan swasta nasional berskala besar yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan infrastruktur.
Perusahaan ini telah menangani berbagai proyek konstruksi skala nasional untuk instansi pemerintah maupun swasta.
Seperti Pembangunan RSUD Kelas B di Wilayah Barat Provinsi Kalimantan Tengah, Gedung Interdisciplinary Legal Research Center (Building Bridge) Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan beberapa kampus lainnya
Perusahaan ini juga pernah menangani Proyek pembangunan Stadion Pijoan di Jambi.
Selanjutnya, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WEGE).
Baca juga: Appi Target Markas Baru PSM Makassar Rampung 2 Tahun
Merupakan anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) yang bergerak di bidang jasa konstruksi terintegrasi, investasi, konsesi, serta industri modular dan pracetak
WEGE telah menyelesaikan berbagai portofolio proyek skala nasional di berbagai sektor.
Berbagai gedung perkantoran pemerintah dan BUMN seperti Thamrin Office Tower di Jakarta, beberapa hotel dan apartemen atau hunian.
Berbagai fasilitas akademis dan gedung perkantoran Bank Indonesia di berbagai daerah (seperti BI Lhokseumawe, Aceh).
Selanjutnya, PT Hutama Karya (Persero).
Merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang industri konstruksi, investasi infrastruktur, dan pengusahaan jalan tol.
Hutama Karya memiliki rekam jejak panjang dalam membangun infrastruktur ikonik dan strategis yang mengubah lanskap konektivitas serta sejarah Indonesia.
Misalnya Mega Proyek Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS), Gedung MPR/DPR RI, Jembatan Ampera (Palembang), jalan tol logistik di IKN, serta pembangunan membuka isolasi wilayah di Papua.
PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk, bagian dari Grup Jaya.
Adalah perusahaan infrastruktur yang terintegrasi dengan kompetensi inti dalam sektor infrastruktur dan sector konstruksi bangunan, perdagangan aspal dan bahan bakar gas cair (LPG), pabrikasi beton pracetak dan pekerjaan mekanikal dan elektrikal serta jasa pemeliharaan
Beberapa proyek yang pernah dijalankan, pembangunan jalur Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, Terminal Bus Pulogebang, Jalan Tol Cawang–Tanjung Priok, Underpass Dukuh Atas, dan Sirkuit Formula E Jakarta..
Proyek lainnya, Ciputra World Jakarta, gedung perkantoran, serta fasilitas pendidikan seperti pengembangan Universitas Pembangunan Jaya.
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkemuka di Indonesia yang bergerak di bidang jasa konstruksi, Engineering, Procurement and Construction (EPC), serta investasi.
PTPP telah mengerjakan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) maupun proyek komersial berskala besar.
Seperti Pembangunan sejumlah ruas jalan tol trans-Jawa dan Sumatra.
Pengembangan bandara seperti Bandara Internasional Syamsudin Noor (Banjarmasin) dan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
Pembangunan pelabuhan dan bendungan strategis di berbagai wilayah Indonesia.
Pembangunan gedung perkantoran, apartemen (seperti Grand Kamala Lagoon, PP Properti), dan hotel.
PTPP juga mengerjakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Jayapura 100 MW di Papua.
Berdasarkan data pada laman pengadaan pemerintah, (LPSE) Makasar, terdapat 74 peserta yang mengikuti tender proyek.
Dari puluhan peserta itu, lima perusahaan tercatat memenuhi tahapan evaluasi dan masuk dalam daftar yang berpeluang menjadi pemenang tender.
Proyek tersebut memiliki nama tender Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Olahraga-Pembangunan Stadion Untia (Tahun Jamak/Proyek Strategis)
Pengadaan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar dengan jenis pengadaan pekerjaan konstruksi terintegrasi.
Nilai pagu anggaran sekaligus HPS paket ditetapkan sebesar Rp350 miliar.
Sumber anggaran proyek berasal dari APBD Kota Makassar dengan tahun anggaran 2026 dan 2027.
Dalam persyaratan teknis, peserta tender diwajibkan memiliki pengalaman pekerjaan konstruksi dalam kurun waktu empat tahun terakhir.
Peserta juga diwajibkan memiliki pengalaman pekerjaan konstruksi terintegrasi rancang dan bangun pembangunan stadion sepak bola.
Selain itu, terdapat sejumlah persyaratan terkait sertifikasi manajemen mutu, lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memastikan pemenang tender pembangunan Stadion Untia, Kecamatan Biringkanaya akan diumumkan dalam waktu dekat .
Hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri Launching Skuad PSM Makassar di Pantai Indah Bosowa, Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar, Minggu (30/8/2026) malam.
Munafri menyampaikan perkembangan terbaru terkait pembangunan stadion yang selama ini menjadi salah satu harapan besar pecinta PSM.
“Akhir bulan ini, pemenang tender pembangunan stadion sudah akan diumumkan,” kata Munafri saat memberi sambutan
Ia meminta masyarakat, khususnya pecinta PSM, memahami bahwa proses pembangunan Stadion Untia harus dilakukan secara hati-hati.
Menurutnya, proyek tersebut menggunakan uang negara sehingga setiap tahapan harus memenuhi ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Membangun stadion itu bukan seperti menggoreng pisang goreng. Ada uang negara yang dipakai di dalamnya yang harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Munafri mengingatkan agar proses pembangunan tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga memperhatikan aspek administrasi, pengawasan, dan tata kelola anggaran.
Ia tidak ingin proyek yang dibangun untuk memenuhi harapan masyarakat justru menimbulkan persoalan hukum bagi pihak-pihak yang terlibat.
“Jangan gara-gara stadion kita ditangkap,” tegasnya.
Menurut Munafri, Stadion Untia memiliki arti penting bagi PSM dan masyarakat Makassar.
Keberadaan stadion di Kota Makassar diharapkan dapat membuat PSM kembali bermain di hadapan pendukungnya sendiri.
“PSM tidak akan pernah bisa dipisahkan dari Kota Makassar,” katanya.
Pembangunan stadion merupakan bagian dari janji yang telah disampaikannya kepada pecinta PSM.
Ia menyebut janji tersebut sebagai utang yang harus ditunaikan melalui proses pembangunan yang sesuai aturan.
“Janji saya adalah utang saya. Janji itu, insya Allah segera akan saya tunaikan,” katanya. (*)