TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Gelaran Arung Progo Festival 2026 rampung pada Minggu (30/08/2026) setelah berlangsung sejak Kamis (27/08/2026) lalu. Ajang ini merupakan hasil kolaborasi antara Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) DIY dan Dinas Pariwisata (Dispar) Kulon Progo.
Meski baru selesai, Pengurus Daerah (Pengda) FAJI DIY sudah mulai bersiap untuk menyambut penyelenggaraan Arung Progo Festival 2027. Tahun depan akan menjadi penyelenggaraan ke-5 dari Arung Progo Festival.
"Kami usulkan Arung Progo Festival ke-5 nanti sebagai tuan rumah Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON) untuk cabang olahraga Arung Jeram," kata Ketua Pengda FAJI DIY, Agus Langgeng Basuki pada Senin (31/08/2026).
Babak Kualifikasi ini menjadi bagian dari tahap seleksi sebelum gelaran PON XXII pada 2028 mendatang. PON XXII direncanakan bertempat di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai tuan rumah.
Agus mengatakan pihaknya berani mengusulkan Sungai Progo sebagai lokasi BK PON di 2027 mendatang berdasarkan pengalaman yang sudah terbangun. Sebab Arung Progo Festival sudah diselenggarakan hingga 4 kali, dengan tingkat regional, nasional, bahkan internasional Asia-Pasifik.
"Apalagi Sungai Progo juga dinilai sudah memenuhi standar nasional dan internasional untuk arung jeram," ujarnya.
Agus mengatakan perlu persetujuan dari Pengurus Besar (PB) FAJI jika Sungai Progo dijadikan sebagai lokasi BK PON di 2027 mendatang. Prosesnya berlangsung saat gelaran Arung Progo Festival nanti.
Jika disetujui, maka Arung Progo Festival juga berpeluang untuk menjadi ajang kompetisi arung jeram tingkat dunia. Sebab pelaksanaan BK PON nanti akan menjadi penentu kesiapan dari Sungai Progo untuk kompetisi tingkat internasional.
"Saya meyakini Sungai Progo siap dan bisa untuk kompetisi arung jeram tingkat dunia, sebab sudah ada pengalaman di Asia-Pasifik," jelas Agus.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko menyatakan dukungan penuh pihaknya berkaitan dengan usulan Sungai Progo sebagai lokasi BK PON. ia pun menilai Sungai Progo sudah sangat layak untuk itu.
Sebab ekosistem pendukungnya saat ini sudah terbentuk berkat pengalaman penyelenggaraan Arung Progo Festival selama 4 tahun terakhir. Seperti adanya penginapan, kuliner, hingga akses yang memadai menuju lokasi lomba.
"Kalau usulan itu terealisasi tentu akan memberi manfaat untuk warga di sekitar lokasi pelaksanaan," kata Ambar.(alx)