Seperti Nunukan, Siswa PAUD hingga SMP di Bulungan juga Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap Karhutla
Amiruddin August 31, 2026 01:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Disdikbud Bulungan resmi menerapkan kebijakan belajar dari rumah (BDR), bagi satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Bulungan, mulai Senin (31/8/2026).

Belajar dari rumah diterapkan untuk jenjang pendidikan PAUD, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta di Kabupaten Bulungan.

Kebijakan tersebut diberlakukan sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap, akibat kebakaran hutan dan lahan ( karhutla ) yang semakin pekat, dan berpotensi mengganggu kesehatan peserta didik.

Kebijakan belajar dari rumah itu, sama seperti yang diterapkan di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

Mulai hari ini hingga tiga hari ke depan, siswa PAUD hingga SMP di Nunukan juga akan belajar dari rumah.

Kepala Disdikbud Bulungan, Suparmin, mengatakan kebijakan belajar dari rumah berlaku selama tiga hari, mulai 31 Agustus hingga 2 September 2026.

"Menyikapi kondisi kabut asap di wilayah Bulungan dan sekitarnya, kami menerapkan belajar dari rumah bagi satuan pendidikan PAUD, SD, SMP, mulai 31 Agustus sampai 2 September 2026," ujar Suparmin, Senin (31/8/2026).

Baca juga: Gara-gara Kabut Asap, Siswa PAUD hingga SMP di Nunukan Kaltara Belajar dari Rumah Selama 3 Hari

Menurut Suparmin, kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta hasil rapat bersama Bupati Bulungan terkait kondisi kabut asap yang terus memburuk.

Meski kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah, pendidik dan tenaga kependidikan tetap diminta menjalankan tugas seperti biasa di sekolah atau kantor.

Namun, mereka diimbau menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan, guna mengurangi risiko paparan kabut asap.

Bagi tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, diberikan penyesuaian dalam pelaksanaan tugas sesuai kondisi kesehatannya.

Disdikbud Bulungan juga akan terus memantau perkembangan kualitas udara, sebelum menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya.

"Keputusan berikutnya akan disampaikan setelah melihat perkembangan kondisi kabut asap di Bulungan," kata Suparmin.

Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan dalam rilisnya juga menyebut bahwa kualitas udara di Tanjung Selor saat ini berada pada kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara telah berada pada level yang dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker saat harus beraktivitas di tengah kabut asap.

(*)

Penulis : Desi Kartika

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.