PWNU Lampung Berharap Kepemimpinan Gus Kikin Perkuat Konsolidasi dan Tata Kelola NU
taryono August 31, 2026 01:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung berharap kepemimpinan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031 dapat membawa pembenahan tata kelola sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi Nahdlatul Ulama.

Baca juga: Tekab 308 Polsek Seputih Mataram Bongkar Pencurian 15 Ban PT GPM, 6 Karyawan Jadi Tersangka

Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026) pagi.

Dengan terpilihnya Gus Kikin, PBNU periode 2026–2031 akan dipimpin KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU.

Ketua PWNU Lampung Puji Raharjo menyambut terpilihnya Gus Kikin dengan rasa syukur. 

Ia berharap pengalaman panjang Gus Kikin di lingkungan pesantren dan organisasi dapat menjadi modal untuk memperkuat konsolidasi internal NU setelah Muktamar ke-35.

"Alhamdulillah, kami di PWNU Lampung menyambut dengan penuh rasa syukur terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz, Gus Kikin, sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031," kata Puji saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026).

Menurut Puji, kepemimpinan Gus Kikin diharapkan mampu menghadirkan konsolidasi sekaligus rekonsiliasi di internal NU. Pembenahan tata kelola juga dinilai penting agar energi organisasi dapat kembali diarahkan pada pelayanan kepada umat.

"Gus Kikin memiliki pengalaman panjang di lingkungan pesantren dan organisasi. Kami berharap kepemimpinan beliau mampu menghadirkan konsolidasi, rekonsiliasi, dan restorasi tata kelola organisasi," ujarnya.

Puji berharap pembenahan tersebut membuat NU semakin kuat dalam menjalankan fungsi organisasi sekaligus memperbesar manfaatnya bagi masyarakat.

"Sehingga energi NU ke depan lebih banyak diarahkan untuk melayani umat, memperkuat pesantren, meningkatkan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi warga, serta menjaga peran kebangsaan NU," katanya.

Menurut Puji, penguatan pesantren menjadi salah satu agenda penting karena pesantren merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan NU. Selain itu, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi warga juga perlu mendapat perhatian dalam masa khidmat lima tahun mendatang.

PWNU Lampung juga berharap kepemimpinan PBNU dapat memperkuat hubungan dengan struktur NU di daerah serta membuka ruang lebih luas bagi aspirasi dari berbagai wilayah.

Puji menilai kepemimpinan yang kuat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjalankan organisasi di tingkat pusat, tetapi juga kemampuan menjaga tradisi, memperkuat kelembagaan, serta memastikan kepentingan jam’iyah berada di atas kepentingan pribadi dan kelompok.

"PWNU Lampung siap mendukung kepemimpinan PBNU hasil Muktamar dan berharap Gus Kikin dapat merangkul seluruh kekuatan NU," ujarnya.

Ia berharap masa khidmat 2026–2031 menjadi momentum untuk memperkuat kembali jam’iyah dan khidmah Nahdlatul Ulama.

"Semoga lima tahun ke depan menjadi momentum penguatan kembali jam’iyah dan khidmah Nahdlatul Ulama," katanya.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.