Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Kebakaran melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Taman Sari, Kabupaten Pesawaran, sejak Jumat dan masih dalam proses penanganan hingga Minggu (30/8/2026) malam.
Baca Juga: Tak Pakai Helm Berujung Penemuan 43 Paket Tembakau Sintetis, 2 Pelajar SMP Diamankan
Kepala Pelaksana Damkar Kabupaten Pesawaran Irwansyah mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pesawaran.
Namun, hingga kini pihaknya belum mengetahui secara pasti sumber api maupun kronologi awal kebakaran.
“Kalau untuk kronologi terjadinya itu kita kurang paham. Sumber api dari mana kita kurang paham. Tapi kami dari Damkar dapat laporan dari Lingkungan Hidup bahwa terjadi kebakaran sampah di TPA Taman Sari,” kata Irwansyah kepada Tribun Lampung, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan sejumlah instansi terkait.
Damkar bersama DPLH dan instansi lainnya terus berupaya memadamkan titik api yang berada di kawasan TPA.
Irwansyah menyebut pemadaman telah dilakukan sejak Jumat.
Untuk mempermudah proses tersebut, Pemkab Pesawaran juga mengerahkan alat berat berupa ekskavator ke lokasi.
“Sudah dibantu dengan alat berat dari Pemkab Pesawaran yaitu ekskavator untuk memudahkan pemadaman api yang terjadi di TPA,” ujarnya.
Kondisi terkini, kata Irwansyah, api yang terlihat di permukaan sudah relatif kecil.
Namun, petugas masih mewaspadai kemungkinan adanya bara atau api yang berada di bagian dasar tumpukan sampah.
“Untuk kondisi terkini TPA Taman Sari masih ada api kecil tapi tidak terlalu besar. Tapi yang dikhawatirkan akan terjadi api yang ada di dasar sampah,” katanya.
Karena itu, proses pemadaman akan kembali dilakukan dengan bantuan alat berat untuk membuka dan mengurai tumpukan sampah sehingga titik api di bagian dalam dapat ditangani.
Damkar juga akan terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak, di antaranya PDAM, DLH, BPBD, dan PTPN Nusantara VII untuk bersama-sama melakukan penanganan kebakaran.
Sementara itu, Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian turut meninjau langsung lokasi kebakaran.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Nanda mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan situasi darurat tersebut berjalan optimal.
Nanda menyebut upaya pemadaman dilakukan melalui kerja sama antara Dinas Lingkungan Hidup, Damkar Satpol PP, PTPN, PDAM, Kementerian PUPR, serta dukungan jajaran Polres Pesawaran di lapangan.
Mengingat asap mulai berdampak terhadap kenyamanan warga sekitar, Pemkab Pesawaran juga mengerahkan alat berat berupa ekskavator dari Dinas PUPR untuk membuka akses jalur air.
Nanda mengimbau masyarakat tetap tenang dan berhati-hati selama proses penanganan berlangsung. Warga juga diminta menggunakan masker apabila beraktivitas di luar ruangan.
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk menuntaskan penanganan ini secepat mungkin demi kesehatan dan keamanan bersama,” tulis Nanda.
(Tribunlampung.co.id/Okyindrajaya)