Kondisi Bupati Pangandaran Usai Insiden Jembatan Anjlok saat Peresmian, Syok Lalu Ditenangkan Warga
Rr Dewi Kartika H August 31, 2026 02:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Sebuah jembatan gantung di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami kerusakan hanya beberapa menit saat setelah diresmikan pada Minggu (30/8/2026). 

Peristiwa ini terjadi di Jembatan Pongpet Margajaya yang berada di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, dan sempat menimbulkan kepanikan warga yang berada di lokasi. 

Jembatan tersebut merupakan akses penting penghubung antardusun di wilayah Desa Margacinta yang melintasi Sungai Cijulang.  

Insiden terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, tidak lama setelah jembatan dengan konstruksi tali baja itu diresmikan oleh Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan. 

Saat peristiwa berlangsung, jembatan masih dipadati warga dan sejumlah pejabat yang turut hadir dalam acara peresmian. 

Dalam video amatir yang beredar, terlihat jembatan pejalan kaki tersebut tiba-tiba melengkung ke bawah atau mengalami penurunan struktur saat dipenuhi massa. 

Kondisi itu langsung membuat warga yang berada di lokasi panik dan berteriak. 

Suasana sempat kacau beberapa saat karena banyaknya orang yang berada di atas jembatan ketika insiden terjadi. 

Namun, situasi berhasil dikendalikan dan tidak berlanjut menjadi kejadian yang lebih parah.

Kondisi Bupati

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengalami memar setelah insiden jembatan tersebut.

Kabag Humas Pemda Pangandaran Raden Detty Marieta membenarkan kejadian tersebut. 

Menurut Detty, Citra hadir dalam peresmian setelah diundang oleh Dandim 0626 Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan. 

“Iya ibu di undang oleh Pak Dandim untuk meresmikan jembatan,” kata Detty saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026). 

Detty mengatakan Citra mengalami memar setelah terkena kawat ketika jembatan anjlok. 

“Ada memar sedikit. Kena kawat memar di tangan,” kata Detty. 

Meski demikian, kondisi Citra disebut tidak mengalami masalah serius. 

Pada Senin, Bupati Pangandaran itu sudah kembali menjalankan aktivitas seperti biasa. 

“Hari ini sudah berkegiatan normal,” lanjut Detty.  

Di video yang viral, Citra terlihat syok.

Ia lalu ditenangkan oleh sejumlah ibu-ibu.

Mereka memeluk, dan memberikan sebotol air mineral untuk Citra.

Selain Citra, sejumlah orang yang berada di atas jembatan juga dilaporkan mengalami luka ringan. 

Kepala Dinas PU Pangandaran Ling Ling Nugraha Senjaya disebut mengalami luka lecet. 

Apakah ada korban dalam insiden ini? 

Meski sempat mengejutkan banyak pihak, insiden tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa. 

Warga maupun pejabat yang berada di atas jembatan berhasil dievakuasi dengan selamat meski dalam kondisi kaget dan syok akibat kejadian mendadak tersebut. 

Kepala Desa Margacinta, Enceng Anwar Solihin, membenarkan adanya insiden itu. 

Ia juga meluruskan informasi yang sempat beredar bahwa jembatan tersebut putus total.
 
Menurutnya, konstruksi jembatan tidak mengalami putus pada struktur utama. 

Kerusakan terjadi pada bagian pengikat atau dudukan seling besi di sisi kanan jembatan yang terhubung ke patok penyangga. 

"Cuma langsung melengkung ke bawah karena yang putus itu dudukan seling besi sebelah kanan yang menghubungkan ke patok jembatan," ujar Enceng saat dihubungi, Minggu (30/8/2026) malam. 

Warga yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut mengaku sempat panik karena perubahan struktur jembatan terjadi secara tiba-tiba saat masih digunakan oleh banyak orang. 

Namun, setelah situasi terkendali, warga memastikan bahwa tidak ada korban dalam kejadian tersebut. 

Warga Cijulang, Asep Dani, juga membenarkan peristiwa tersebut dan memastikan kondisi di lapangan tidak menimbulkan korban jiwa. 

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Jembatan patah setelah diresmikan Ibu Bupati," ucapnya. 

Desa Margacinta sendiri dikenal sebagai desa wisata budaya dan alam yang memiliki beragam potensi. 

Di antaranya adalah atraksi body rafting di Sungai Cijulang, wisata edukasi budidaya lebah, serta kerajinan ecoprint batik daun (dahon). 

Selain itu, desa ini juga menjadi tempat lahirnya Kesenian Badud, sebuah seni pertunjukan rakyat yang menggunakan topeng hewan seperti harimau dan monyet yang diiringi musik tradisional dogdog.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.