Tak Ada Lagi Seleksi Terbuka, Karier ASN Bengkulu Tengah Ditentukan Manajemen Talenta
Ricky Jenihansen August 31, 2026 02:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah mulai menerapkan sistem manajemen talenta bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai Senin (31/8/2026).

Penerapan sistem tersebut dilakukan sebagai upaya membangun sistem pengelolaan karier ASN yang lebih terukur berdasarkan kompetensi dan kinerja.

Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan dan menyusun basis data seluruh ASN.

Data tersebut nantinya menjadi dasar untuk melakukan pemetaan dan penilaian terhadap masing-masing ASN.

"Semua ASN mendapatkan kesempatan yang sama. Hari ini kita sedang mempersiapkan, menyusun datanya. Nanti semua ASN itu akan diukur skornya," kata Rachmat saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, sejumlah aspek akan menjadi bahan penilaian dalam manajemen talenta, mulai dari tingkat keaktifan, moralitas, profesionalitas hingga kemampuan kerja ASN.

Seluruh indikator tersebut nantinya akan menghasilkan skor yang menjadi dasar dalam menentukan proyeksi karier ASN ke depan.

Rachmat mengatakan, penerapan manajemen talenta ini akan mengubah pola pengisian jabatan di lingkungan Pemkab Bengkulu Tengah.

Ia memastikan pengisian jabatan tidak lagi hanya mengandalkan mekanisme seleksi terbuka atau open bidding maupun tes kompetensi seperti yang selama ini dilakukan.

"Karier ASN ini tergantung dari manajemen talenta ini. Begitu kita menerapkan manajemen talenta nanti, semua sumber daya manusia, baik itu eselon 3, eselon 2 dan jabatan-jabatan lainnya, akan bersumber dari basis data manajemen talenta ini," ujarnya.

ASN Masuk Sembilan Kotak

Rachmat menjelaskan, hasil pemetaan ASN nantinya akan ditempatkan dalam sembilan kelompok atau kotak berdasarkan hasil penilaian.

ASN yang berada pada kotak 7, 8 dan 9 akan menjadi kelompok yang diproyeksikan untuk mengisi jabatan-jabatan strategis di lingkungan Pemkab Bengkulu Tengah.

"Siapa yang skornya tinggi akan masuk ke kolom, ada sembilan kolom, kolom satu sampai kolom sembilan. Yang 7, 8, 9 itu yang akan diproyeksikan untuk menduduki jabatan-jabatan strategis di Bengkulu Tengah," jelasnya.

Sementara ASN yang berada di kelompok bawah masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan nilai dan kapasitasnya.

Upaya peningkatan tersebut dapat dilakukan melalui berbagai pengembangan kompetensi, seperti pelatihan, seminar maupun kegiatan peningkatan kemampuan lainnya.

Dengan demikian, ASN yang belum masuk dalam kelompok 7, 8 atau 9 dapat memperkuat kompetensinya untuk meningkatkan skor dalam pemetaan manajemen talenta.

Rachmat menegaskan, sistem tersebut juga diharapkan dapat memperkecil ruang intervensi dalam proses penentuan karier ASN.

"Tidak ada lagi cawe-cawe, nanti semua akan terukur," tegasnya.

Saat ini, Pemkab Bengkulu Tengah tengah melakukan asesmen dan pengumpulan berbagai bahan yang dibutuhkan untuk menyusun basis data manajemen talenta tersebut.

Hasil asesmen nantinya akan menunjukkan posisi masing-masing ASN dalam pemetaan sembilan kotak tersebut.

Rachmat pun mengajak seluruh ASN di Bengkulu Tengah memanfaatkan penerapan sistem baru tersebut untuk meningkatkan kapasitas dan kinerja masing-masing.

"Semua ASN di Bengkulu Tengah, mari gunakan kesempatan ini. Karier Anda, karier ASN ini tergantung dari manajemen talenta ini," katanya.

Dengan diterapkannya sistem tersebut, Rachmat memastikan mekanisme seleksi terbuka atau open bidding untuk pengisian jabatan tidak lagi menjadi pola yang digunakan Pemkab Bengkulu Tengah ke depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.