Lolos UKW di Semarang, 41 Wartawan Siap Hadapi Perkembangan Era AI
Grid August 31, 2026 03:34 PM

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Amaris, Semarang, mulai Jumat (21/8/2026) hingga Sabtu (22/8/2026) tersebut diikuti 43 wartawan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 41 wartawan dinyatakan kompeten untuk jenjang Muda dan Madya. Sementara itu, dua peserta dinyatakan belum kompeten.

"Peserta yang belum kompeten sebanyak dua orang," kata Ketua Dewan Kompetensi Kompas Gramedia (KG) Tri Agung Kristanto dalam siaran pers yang diterima Kompas.com. Jumat (28/8/2026).

Tri Agung mengatakan UKW di Semarang merupakan bagian dari rangkaian UKW kolaborasi LUKW Kompas dan Google yang rencananya digelar di 16 kota di Indonesia hingga 2027.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah diselenggarakan di Bekasi beberapa pekan lalu.

Kolaborasi KG Media dan Google tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen bersama untuk mendorong jurnalisme berkualitas di Indonesia.

UKW adopsi penggunaan AI dalam jurnalistik

Selain menguji kompetensi jurnalistik, UKW yang digelar di Semarang juga mengadopsi praktik penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara proporsional, profesional, dan beretika sebagai salah satu mata uji.

Menurut Tri Agung, pemahaman mengenai penggunaan AI secara tepat menjadi salah satu kemampuan yang perlu dimiliki wartawan di tengah perkembangan teknologi.

Ia menilai AI dapat menjadi kolaborator bagi wartawan dalam mendukung kerja jurnalistik dan menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.

Meski demikian, Tri Agung menekankan bahwa terdapat sejumlah praktik jurnalistik yang tidak dapat digantikan oleh AI, seperti investigasi jurnalistik, pengumpulan data dari lapangan, serta pemberitaan hiperlokal.

"Dengan segala kepintarannya, AI tetap tidak bisa menggantikan kerja-kerja wartawan yang turun ke lapangan," katanya.

Oleh karena itu, ia menilai media dan jurnalisme masih dibutuhkan masyarakat. Pasalnya, tidak semua informasi dapat disediakan oleh AI.

Di sisi lain, AI juga tetap membutuhkan konten profesional yang dibuat oleh wartawan.

"Saya percaya wartawan tetap dibutuhkan oleh publik karena wartawan dan media adalah tempat bagi publik untuk mengonfirmasi apa pun," jelasnya.

Google dan Kompas dukung jurnalisme berkualitas

Menurut Yos, informasi berkualitas dibutuhkan oleh pengguna di berbagai belahan dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.