Waspada Lahar dan Lontaran Batu Pijar, Gunung Semeru Erupsi 19 Kali dalam 6 Jam
Sarah Elnyora Rumaropen August 31, 2026 02:35 PM

Laporan Wartawan SURYAMALANG.COM, Imam Nawawi

SURYAMALANG.COM, LUMAJANG - Pos Pengamatan Gunung Api (PPG) Semeru mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar dan lontaran batu pijar setelah Gunung Semeru meletus sebanyak 19 kali dalam kurun waktu enam jam pada Senin (31/8/2026).

Dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB tersebut, gunung berapi setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini tercatat mengalami aktivitas vulkanik yang signifikan.

Atas kondisi aktivitas yang berada di Level III (Siaga) ini, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak serta sepanjang jalur aliran Besuk Kobokan. 

Semburkan Asap dan Guguran Material

Petugas PPG Semeru, Sigit Rian Alfian, menyampaikan letusan Semeru tercatat memiliki amplitudo 10–22 milimeter dengan durasi gempa letusan berlangsung selama 69–125 detik.

Selain letusan, gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa ini menghembuskan kolom asap tebal berwarna putih kelabu dengan ketinggian 400 hingga 900 meter dari puncak yang membumbung ke arah barat laut.

Baca juga: Kebakaran TNBTS di Lumajang Mencapai 167 Hektare, Lokasi di Sekitar Ranu Kumbolo Gunung Semeru

Erupsi ini juga disertai guguran material vulkanik sejauh 300 hingga 1.000 meter (1 kilometer) ke sektor tenggara.

"Guguran berjumlah 10, Amplitudo 1-4 milimeter dengan durasi 41-95 detik," ujarnya melalui keterangan tertulis pada Senin (31/8/2026).

Zona Merah dan Larangan Aktivitas

Meskipun tingkat aktivitas Gunung Semeru saat ini masih bertahan di Level III (Siaga), Rian menerbitkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat.

Warga dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Baca juga: 7 Titik Api Meluas di Semeru, Helikopter Siram 12 Ribu Liter Air ke Watu Rejeng dan Ranupani

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak," imbuhnya.

Waspada Lontaran Batu Pijar dan Lahar Dingin

Di samping pembatasan di alur sungai, Rian juga meminta warga maupun wisatawan untuk mengosongkan area dalam radius 5 kilometer dari puncak Gunung Api Semeru guna menghindari ancaman bahaya lontaran batu pijar.

Potensi bahaya sekunder berupa awan panas guguran (APG), guguran lava, dan banjir lahar dingin turut menjadi perhatian utama, khususnya saat terjadi hujan di wilayah hulu.

"Waspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," bebernya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.