TRIBUNMANADO.CO.ID - Kronologi kasus pembunuhan yang terjadi di depan pertokoan kawasan New Bendar Pasar 45, Jalan Walanda Maramis, Kelurahan Pinaesaan, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (30/8/2026) dini hari sekira pukul 02.00 WITA.
Diketahui, kawasan New Bendar Pasar 45 Manado jaraknya dari Bandara Sam Ratulangi yakni sekitar 15 kilometer.
Waktu tempuh dengan perjalanan kendaraan bermotor sekira setengah jam via Jalan AA Maramis.
Kasus penikaman berujung korban tewas ini berawal dari persoalan sepele.
Korban Abdul Syukur (31) asal Jateng.
Sedangkan pelaku berinisial OR alias Okan (19).
Mereka ternyata tidak saling mengenal sebelum peristiwa berdarah tersebut terjadi.
“Pelaku dan korban tidak saling kenal,” ujar Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Elwin Kristanto, kepada TribunManado.co.id, Senin (31/8/2026).
Elwin menjelaskan, kejadian bermula ketika korban menanyakan berbincang dengan perempuan pekerja seks komersial (PSK) di sekitar lokasi.
Korban menanyakan tarif harga kepada PSK tersebut akan tetapi perempuan tersebut keberatan dan tidak menerima.
Kemudian diduga rekan dari PSK tersebut mendekati korban langsung melakukan pemukulan.
Korban sempat melakukan perlawanan tetapi pelaku memanggil beberapa rekan lainnya dan ikut memukul korban.
“Berawal dari situ terjadi keributan dan berujung penikaman,” tutur Elwin.
Pelaku Ditangkap di Wilayah Kombos Timur
Kata Kasat, menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan Call Center 112 terkait dugaan penikaman di wilayah Kelurahan Pinaesaan, Kecamatan Wenang, Tim Reaksi Cepat (URC) Bravo Polresta Manado langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan.
Dalam proses penyelidikan, tim berkolaborasi dengan personel operasional Polsek Wenang dan memperoleh informasi mengenai keberadaan terduga pelaku di wilayah Kombos Timur.
“Tim kemudian bergerak menuju lokasi pada pada, Minggu sekitar pukul 20.00 WITA dan berhasil mengamankan pelaku utama," ujar dia.
Selanjutnya, pelaku dibawa ke Mako Polresta Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Unit Reaksi Cepat Resmob Bravo Polresta Manado kemudian menyerahkan pelaku kepada piket penyidik untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Kasat.
Pelaku Ditangkap
Pelaku kasus pembunuhan yang terjadi di depan pertokoan kawasan New Bendar Pasar 45, Manado, akhirnya ditangkap.
Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Elwin Kristanto mengatakan, pelaku dalam peristiwa tersebut berinisial OR alias Okan (19).
Sementara itu, korban yang tewas setelah ditikam diketahui bernama Abdul Syukur.
“Pelaku sudah ditangkap Tim URC Satreskrim Polresta Manado,” ujar Elwin, Senin (31/8/2026).
Elwin mengatakan, pelaku telah dibawa ke Polresta Manado untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Sudah kita giring ke Polresta untuk diperiksa lebih lanjut,” ungkapnya.
Mantan Kapolsek Malalayang itu menambahkan, motif pelaku melakukan penganiayaan yang berujung pada kematian korban masih dalam penyelidikan tim penyidik.
“Kita masih dalam penyelidikan. Yang pasti kita akan ungkap semuanya,” pungkasnya.
Ada Korban Lain Luka
Selain itu, satu korban lainnya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Manado.
Berdasarkan pantauan Tribunmanado di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Minggu (30/8/2026), lokasi kejadian berada tepat di jalan depan sebuah toko.
Bercak merah tampak masih kelihatan di aspal area tersebut.
"Tadi pagi ada bercak merah," ujar seorang penjual di sekitar lokasi yang enggan disebutkan namanya.
Pria yang sehari-hari berjualan tidak jauh dari TKP ini mengaku mendengar kabar tersebut dari rekannya yang bekerja sebagai tukang parkir.
Pada malam sebelum kejadian, ia sempat berjualan namun sudah pulang lebih awal.
"Tapi hanya sampai pukul 9 malam," tambahnya.
Menurut pengetahuannya, kasus pembunuhan baru pertama kali ini terjadi di lokasi tersebut.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa pelaku penganiayaan berjumlah lebih dari satu orang.
Sementara itu, korban meninggal dunia dikabarkan berasal dari wilayah Jawa.
Kapolsek Wenang, AKP Dr. H. Ronald Varit Sabaja, S.H., M.H., membenarkan adanya kasus pembunuhan tersebut.
"Saat ini sudah ditangani oleh pihak Polresta Manado," kata dia.
Asal Korban
Seorang pria tewas mengenaskan setelah menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam.
Korban diketahui bernama Mohammad Abdul Sukur (25), warga Pamongan, Guntur, Demak, Jawa Tengah.
Ia mengalami sejumlah luka akibat tikaman senjata tajam hingga akhirnya meninggal dunia.
Dalam kejadian tersebut, seorang pria lainnya, Muhammad Abdulahil Ma' Suumi Syaen, turut menjadi korban.
Ia mengalami luka pada bagian lengan kanan dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Manado.
Saksi bernama Muhammad Kotir mengatakan, sebelum kejadian dirinya bersama kedua korban dan sejumlah rekan berada di kawasan Taman Kesatuan Bangsa (TKB).
Namun, saksi mengaku belum mengetahui secara pasti motif penganiayaan maupun identitas para pelaku.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, pelaku diduga berjumlah lebih dari satu orang.
Pedagang Ketakutan
Kejadian tersebut memicu trauma dari para pedagang sekitar.
Utamanya para penjual kacang rebus yang biasa mangkal depan New Bendar hingga larut malam.
"Kami ketakutan," kata seorang penjual kacang rebus wanita yang enggan namanya disebut kepada Tribun Manado, Minggu (30/8/2026) sore.
Tangan kirinya memegang alat timbangan kacang.
Sedang tangan kanannya menunjuk ke arah TKP yang hanya berjarak belasan meter dari situ.
"Tadi di sini ada olah TKP," katanya.
Ia mengaku akan tutup cepat untuk sementara waktu.
Sampai para pelaku sudah tertangkap dan situasi aman.
Sebelumnya beredar kabar bilamana para pelaku adalah warga yang tak jelas dari mana dan melakukan kekerasan pada sembarang orang.
(TribunManado.co.id)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK