TRIBUNMANADO.COM, BOLTARA - Pemerintah pusat kembali memberikan dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Provinsi Sulawesi Utara, melalui program bantuan benih jagung.
Berdasarakan informasi yang diterima, Kabupaten Boltara mendapatakan kuota sebanyak 22,5 ton benih jagung yang bersumber dari APBN 2026.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Boltara Sirajudin Lasena saat menghadiri pertemuan dengan kelompok tani di Kantor Camat Kaidipang, Jalan Pelabuhan, Boroko, Kecamatan Kaidipang, Senin (31/8/2026).
Bantuan itu menyasar kelompok tani di enam kecamatan yang ada di Boltara sesuai usulan kebutuhan petani di masing-masing wilayah.
Pantauan Tribun Manado, proses penyaluran juga didampingi petugas penyuluh lapangan (PPL) yang berada di wilayah binaan masing-masing.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar sekaligus membantu petani dalam mengoptimalkan bantuan yang diterima.
Dalam kesempatan itu Sirajudin mengatakan, bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
"Saya titip agar benih ini ditanam dengan baik, dirawat dengan baik, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya," kata Sirajudin.
Selain itu, ia juga mengingatkan dinas terkait agar mekanisme penyaluran bantuan dilakukan tepat sasaran, tepat waktu dan tepat guna.
"Akuntabilitas dan transparansi dalam pendistribusian bantuan pemerintah harus diperhatikan," ujarnya.
Baca juga: Gempa Bumi Baru Saja Guncang di Sulawesi Utara Siang Ini Senin 31 Agustus 2026, Berikut Info BMKG
Baca juga: Fakta Kasus Penikaman Pasar 45 Manado, Berawal dari Tanya Tarif PSK hingga Pelaku Berusia 19 Tahun
Menurut mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Boltara itu, program bantuan benih menjadi salah satu upaya untuk mendorong jagung sebagai komoditas unggulan daerah.
"Perkembangan sektor pertanian jagung perlu terus didukung," tegasnya.
Peningkatan produksi juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani sehingga mampu mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional.
Bantuan benih tersebut bukan hanya ditujukan untuk meningkatkan hasil produksi, tetapi juga membuka peluang bagi petani mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan.
"Semoga dapat bermanfaat," pungkasnya.(*)