Dampak Kabut Asap Karhutla, Kasus ISPA Melonjak di Banyuasin Selama Juni-Juli 2026
Slamet Teguh August 31, 2026 03:00 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA di Kabupaten Banyuasin mengalami peningkatan sangat signifikan selama dua bulan terakhir.

Hal ini berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuasin.

Menurut Kabid P2P Dinkes Banyuasin, Eni Diana, sejak dua bulan terakhir, mulai Juni hingga akhir Juli 2026, kasus ISPA di Kabupaten Banyuasin mengalami peningkatan yang sangat signifikan, terlebih dengan dampak kabut asap yang saat ini tengah terjadi.

"Dari data yang terdata, sejak bulan Juni mulai terdata peningkatan 1.500 kasus ISPA. Data terakhir akhir bulan Juli mengalami peningkatan kasus ISPA hingga 2.500 kasus ISPA di wilayah Kabupaten Banyuasin," katanya, Senin (31/8/2026).

Baca juga: Polres OKI Edukasi dan Bagikan Masker ke Pelajar Kayuagung, Cegah ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla

Gejala yang banyak dialami masyarakat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan antara lain batuk, pilek, mata merah, hingga sesak napas.

Kondisi seperti ini mulai dirasakan masyarakat akibat paparan kabut asap yang saat ini terjadi.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan segera memeriksakan kondisi kesehatan ke puskesdes, puskesmas pembantu, hingga puskesmas yang ada di wilayah masing-masing apabila sudah menunjukkan gejala batuk, mata perih, hingga sesak napas. Dengan demikian, penanganan medis dapat segera dilakukan agar kondisi kesehatan tidak terus menurun.

"Sebaiknya dengan kondisi kemarau seperti ini, konsumsi air putih delapan gelas sehari bisa dilakukan agar asupan cairan tubuh bisa terpenuhi. Gunakan masker bila keluar rumah dan cek kondisi kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat," pungkasnya.

 

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.