Antisipasi Karhutla Mempawah, Polsek Sungai Kunyit Pasang Tandon Air 1.000 Liter di Desa Bukit Batu
Maudy Asri Gita Utami August 31, 2026 03:44 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH- Kesiapsiagaan menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus diperkuat di wilayah Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, khususnya pada kawasan yang memiliki karakteristik lahan gambut dan rawan terbakar saat musim kemarau.

Sebagai langkah antisipasi, Polsek Sungai Kunyit memberikan dukungan sarana penanggulangan Karhutla kepada masyarakat dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah.

Bantuan berupa tandon air berkapasitas 1.000 liter tersebut diserahkan kepada masyarakat pada Senin 31 Agustus 2026.

Sarana itu ditempatkan di kawasan yang dinilai strategis sehingga dapat digunakan dengan cepat apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

Tandon air tersebut berlokasi di RT 010/RW 003, Dusun Kembang Lada, Desa Bukit Batu. Lokasi tersebut merupakan kawasan lahan gambut yang memiliki potensi kerawanan terhadap kebakaran hutan dan lahan, terutama ketika memasuki periode cuaca panas dan kering.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bhabinkamtibmas Polsek Sungai Kunyit Aiptu Gunawan kepada Pemerintah Desa Bukit Batu yang diwakili Sekretaris Desa Muhammad Sahrani, bersama anggota MPA Desa Bukit Batu.

Kapolsek Sungai Kunyit Iptu Lodrick Taliak Hungan mengatakan, penyediaan tandon air tersebut merupakan bentuk dukungan kepolisian terhadap masyarakat yang selama ini turut menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan sekaligus penanganan awal Karhutla di tingkat desa.

• Belanja Pangan Kini Bisa Diantar ke Rumah, Dinas Ketahanan Pangan Kalbar Gandeng KiteAntar

Menurut Lodrick, keberadaan MPA sangat strategis karena para anggotanya berada di lingkungan yang berdekatan dengan lokasi rawan kebakaran. Kondisi tersebut membuat masyarakat dapat menjadi pihak pertama yang mengetahui apabila muncul asap maupun titik api.

"MPA ini merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan dan penanganan awal Karhutla. Mereka berada paling dekat dengan lokasi, sehingga ketika ada titik api, respons pertama sangat bergantung pada kesiapan masyarakat," ujar Lodrick.

Tandon Air Ditempatkan Dekat Lokasi Rawan

Lodrick menjelaskan, salah satu kendala yang sering dihadapi ketika melakukan pemadaman Karhutla adalah keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kejadian.

Dalam kondisi kebakaran yang membutuhkan penanganan cepat, jarak sumber air dengan titik api dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kecepatan petugas dan masyarakat dalam mengendalikan api.

Karena itu, tandon berkapasitas 1.000 liter tersebut ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau dan dekat dengan kawasan yang memiliki potensi kerawanan Karhutla.

"Kita siapkan tandon ini untuk mendekatkan sumber air dengan lokasi rawan. Harapannya, ketika ada api, masyarakat tidak lagi kesulitan mencari air dan bisa segera melakukan pemadaman awal," katanya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapan masyarakat sebelum terjadi kebakaran yang lebih besar. 

Dengan tersedianya sumber air di lokasi, respons awal diharapkan dapat dilakukan tanpa harus menunggu api berkembang atau petugas datang dari lokasi yang lebih jauh.

Terlebih, kawasan lahan gambut membutuhkan perhatian khusus karena kebakaran yang terjadi dapat lebih sulit dikendalikan apabila api sudah menjalar ke lapisan bawah permukaan tanah.

Kapolsek: Jangan Tunggu Api Membesar

Kapolsek Sungai Kunyit menegaskan pentingnya melakukan penanganan Karhutla sejak api atau asap pertama kali ditemukan.

Menurutnya, keterlambatan dalam merespons titik api dapat membuat kebakaran berkembang dengan cepat dan menjangkau area yang lebih luas. Kondisi tersebut semakin berisiko apabila kebakaran terjadi di kawasan gambut dan dalam situasi cuaca yang kering.

"Jangan menunggu api menjadi besar. Kalau sejak awal sudah ditemukan asap atau titik api, segera laporkan dan lakukan penanganan. Prinsip kita adalah mencegah sebelum meluas," tegasnya.

Selain menyerahkan sarana penanggulangan Karhutla, jajaran Polsek Sungai Kunyit juga menyampaikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas kepada warga serta anggota MPA.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau. Upaya pencegahan dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko kebakaran sejak dini.

Bhabinkamtibmas bersama pemerintah desa dan anggota MPA juga diminta memastikan tandon air tersebut tetap terawat, berada dalam kondisi baik, serta dapat digunakan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan.

"Tandon ini harus dirawat dan dipastikan selalu siap. Kami juga meminta Bhabinkamtibmas terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan MPA, termasuk melakukan patroli bersama ke lokasi-lokasi yang rawan," ungkap Lodrick.

• Pemkab Kubu Raya Raih Penghargaan Transformasi Ruang Publik dan Kawasan

Lima Warga Tercatat sebagai Penerima

Dokumen tersebut sekaligus menjadi bagian dari pertanggungjawaban terkait keamanan, perawatan, serta penggunaan tandon air yang telah diberikan kepada masyarakat.

Adapun lima warga yang tercatat sebagai penerima bantuan tersebut yakni Marwan, Mihin, Elimius Alimin, Daud Basuni, dan Yohanes Gudang.

Kegiatan penyerahan bantuan turut dihadiri Bhabinkamtibmas Polsek Sungai Kunyit Aiptu Gunawan, Babinsa Koramil 1201-04/Mph Sertu Musni, Sekdes Bukit Batu Muhammad Sahrani, serta anggota MPA Desa Bukit Batu.

Kehadiran unsur TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki kawasan lahan gambut dan rentan mengalami kebakaran saat musim kemarau.

Lodrick berharap keberadaan tandon air yang secara sederhana menjadi sarana pendukung tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi Karhutla.

Ia menilai penanganan kebakaran tidak dapat hanya mengandalkan satu institusi. Dibutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari aparat keamanan, pemerintah desa hingga masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan.

"Kita ingin membangun kesadaran bahwa Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Polri, TNI, pemerintah desa, MPA dan masyarakat harus bergerak bersama. Semakin kompak kita mencegah, semakin kecil peluang api berkembang menjadi bencana," pungkasnya.

Kapolsek Sungai Kunyit saat ini dijabat oleh Iptu Lodrick Taliak Hungan, S.H., M.H.

Profil SingkatNama dan Gelar: Iptu Lodrick Taliak Hungan, S.H., M.H.

Pendidikan: Menyelesaikan gelar Magister Hukum (S.2) dari Program Studi Ilmu Hukum Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang.
Riwayat Jabatan:Pernah menjabat sebagai Kapolsek Mempawah Hilir, Polres Mempawah, Polda Kalbar (sekitar tahun 2023).
Menjabat sebagai Kapolsek Sungai Kunyit, Polres Mempawah, Polda Kalimantan Barat.Kegiatan & Kebijakan UtamaKetahanan Pangan: 
Memimpin langsung kegiatan panen perdana jagung hibrida bersama kelompok tani setempat di Desa Bukit Batu untuk mendukung program ketahanan pangan.
Penanganan Karhutla: Aktif memimpin patroli, pengecekan titik panas (hotspot), serta koordinasi pemadaman lahan gambut bersama TNI, Manggala Agni, dan masyarakat.
Sosial & Kemasyarakatan: Terlibat aktif dalam bakti sosial penyaluran bantuan kepada warga terdampak musibah kebakaran serta memperkuat sinergi dengan tokoh adat dan budaya lokal di Mempawah

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.