Tabung Elpiji 3 Kg Langka di Pusat Kota Banyuwangi, Warga dan UMKM Mengaku Susah Masak
Sudarma Adi August 31, 2026 03:32 PM

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Warga Banyuwangi terutama yang tinggal di pusat kota mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg).

Stok gas elpiji 3 Kg di banyak pangkalan terpantau kosong dalam beberapa hari terakhir.

Udin, warga Kelurahan Soba, Kecamatan Banyuwangi mengaku kesulitan mendapat elpiji melon dalam beberapa hari terakhir.

Ia telah berkeliling ke beberapa pangkalan dan sub-pangkalan, tapi hasilnya nihil.

"Stok kosong semua. Saya keliling ke sekitar sepuluh pangkalan dan subpangkalan, tapi tidak ada stoknya semua," kata Udin, Senin (31/8/2026).

Ia mengaku tak mendapat elpiji melon setelah mencari dua hari terakhir.

Baca juga: Ditangkap di Banyuwangi, Komplotan Pecah Kaca Mobil Diduga Turut Beraksi di Malaysia

Akibat kelangkaan itu, urusan masak-nemasak di rumah jadi bermasalah.

Sofyan, seorang pedagang kopi di wilayah Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Banyuwangi mengeluhkan hal yang sama.

Ia kehabisan LPG 3 Kg saat berjualan kopi.

Sempat keliling pangkalan dan subpangkalan di Kelurahan Tamanbaru dan sekitarnya, Sofyan tak berhasil memperoleh elpiji melon.

"Kosong semua. Akhirnya saya tidak jadi beli," lanjut dia.

Penyebab Kendala Distribusi dan Upaya Pemkab

Plt Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi Heni Sugiharti menjelaskan, kelangkaan elpiji terjadi akibat kendala teknis pengisian tangki dan pendistribusian dari tangki ke SPBE di Banyuwangi.

Akibat gangguan teknis tersebut, lanjut Heni, distribusi elpiji ke SPBE-SPBE di Banyuwangi terganggu.

"Hari ini informasi dari Pertamina ada delapan tangki yang didatangkan dari Gresik dengan kapasitas pertangki 15 ribu kg untuk pengisian 3.920 tabung LPG 3 kg," kata Heni.

Ia mengatakan, kedatangan delapan tangki tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan elpiji di Banyuwangi. 

"Kami terus berupaya agar kuota untuk Banyuwangi dapat segera terpenuhi," kata dia. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.