TRIBUNNEWS.COM - Berikut terjemahan lirik lagu Coffee & TV yang dipopulerkan oleh grup band Blur.
Coffee & TV merupakan lagu Blur yang ditulis dan dinyanyikan oleh gitaris Graham Coxon, serta menjadi salah satu lagu paling dikenal dari album keenam mereka, 13, yang dirilis pada 1999.
Di balik musiknya yang terdengar ringan dan catchy, Coffee & TV berkaitan dengan perjuangan Coxon menghadapi masalah alkoholisme dan keinginannya untuk kembali menemukan ketenangan dalam kehidupan sehari-hari.
Video musiknya juga menjadi salah satu bagian ikonik dari lagu ini karena menampilkan karakter kartun kotak susu yang berkeliling mencari seseorang yang hilang.
Coffee & TV memperlihatkan sisi Blur yang lebih eksperimental sekaligus tetap mempertahankan kekuatan mereka dalam menciptakan melodi yang mudah diingat.
Berikut terjemahan lirik lagu Coffee & TV - Blur:
Do you feel like a chain store? Practically floored
Apakah kau merasa seperti toko waralaba, nyaris tak berdaya
One of many zeros kicked around, bored
Satu dari sekian banyak angka nol yang tersingkir, dilanda bosan
Your ears are full but you're empty
Telingamu penuh, namun dirimu hampa
Holding out your heart to people who never really care how you are
Kau sodorkan hatimu pada mereka yang tak sungguh peduli keadaanmu
So give me coffee and TV, easily
Maka beri aku kopi dan televisi, sesederhana itu
I've seen so much, I'm going blind
Aku telah melihat terlalu banyak, hingga mataku kian buta
And I'm brain-dead, virtually
Dan pikiranku mati rasa, hampir sepenuhnya
Sociability is hard enough for me
Bersosialisasi saja sudah cukup sulit bagiku
Take me away from this big, bad world and agree to marry me
Bawalah aku pergi dari dunia besar yang kejam ini, dan setujuilah menikah denganku
So we can start over again
Agar kita bisa memulai kembali
Do you go to the country? It isn't very far
Apakah kau pergi ke pedesaan? Tempat itu tak begitu jauh
There's people there who will hurt you
Di sana ada orang-orang yang akan melukaimu
Because of who you are
Karena siapa dirimu
Your ears are full of the language
Telingamu dipenuhi bahasa
There's wisdom there, you're sure
Di sana ada kebijaksanaan, kau yakin akan itu
Until the words start slurring
Hingga kata-kata mulai mengabur
And you can't find the door
Dan kau tak lagi menemukan jalan keluar
So give me coffee and TV, easily
Maka beri aku kopi dan televisi, sesederhana itu
I've seen so much, I'm going blind
Aku telah melihat terlalu banyak, hingga mataku kian buta
And I'm brain-dead, virtually
Dan pikiranku mati rasa, hampir sepenuhnya
Sociability is hard enough for me
Bersosialisasi saja sudah cukup sulit bagiku
Take me away from this big, bad world and agree to marry me
Bawalah aku pergi dari dunia besar yang kejam ini, dan setujuilah menikah denganku
So we can start over again
Agar kita bisa memulai kembali
So give me coffee and TV, easily
Maka beri aku kopi dan televisi, sesederhana itu
I've seen so much, I'm going blind
Aku telah melihat terlalu banyak, hingga mataku kian buta
And I'm brain-dead, virtually
Dan pikiranku mati rasa, hampir sepenuhnya
Sociability is hard enough for me
Bersosialisasi saja sudah cukup sulit bagiku
Take me away from this big, bad world
Bawalah aku pergi dari dunia besar yang kejam ini
And agree to marry me
Dan setujuilah menikah denganku
So we can start over again
Agar kita bisa memulai kembali
Oh, we could start over again
Oh, kita bisa memulai kembali
Oh, we could start over again
Oh, kita bisa memulai kembali
Oh, we could start over again
Oh, kita bisa memulai kembali
Oh, we could start over again
Oh, kita bisa memulai kembali
(Tribunnews.com)