TRIBUN-BALI.COM - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Denpasar terus melakukan pengerukan sedimentasi di sungai maupun saluran air.
Hal ini dilakukan sebagai persiapan menyongsong datangnya musim penghujan pada Oktober mendatang.
Kali ini, pengerukan sedimentasi dilakukan di alur Tukad Badung di kawasan belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya, Denpasar.
"Langkah ini diambil untuk menjaga kapasitas daya tampung alur air tetap optimal, terutama saat intensitas hujan meningkat," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Denpasar, Ketut Ngurah Artha Jaya, Senin, 31 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pengerukan menyasar alur sepanjang kurang lebih 90 meter dengan lebar penanganan mencapai 10 meter.
"Kedalaman atau ketebalan sedimentasi di lokasi bervariasi, namun rata-rata berkisar sekitar 2 meter. Material inilah yang kami angkut agar aliran tidak tersumbat," ujarnya.
Baca juga: Kronologi Pengendara Motor Tewas Tabrak Tiang Telepon di Buleleng Bali, Sempat Terseret 7 Meter
Untuk mempercepat proses pembersihan material lumpur dan sampah di lokasi, Dinas PUPR mengerahkan beberapa armada dan alat berat.
"Untuk mendukung percepatan pekerjaan, kami menurunkan 2 unit alat berat dan 1 unit dump truck," katanya.
Pengerukan ini mulai dilaksanakan sejak 12 Mei 2026 lalu.
Mengingat ketebalan sedimentasi, saat ini proses masih berlangsung.
"Pengerjaan masih berlangsung dan akan tetap berlangsung sampai pekerjaan penanganan selesai, dengan menyesuaikan kondisi lapangan," tambahnya.
Melalui penanganan berkala ini, pihaknya berharap debit air yang melintas di kawasan tersebut dapat mengalir lancar tanpa hambatan saat musim hujan.
"Kami berharap melalui pengerukan sedimentasi ini kapasitas alur dapat kembali optimal sehingga aliran air menjadi lebih lancar dan dapat membantu mengurangi potensi terjadinya genangan di kawasan sekitar. Dinas PUPR akan terus melakukan pemantauan dan penanganan sesuai kondisi serta kebutuhan di lapangan," paparnya.
(*)