Rumah Wayan Dana Diterjang Angin Kencang Saat Istirahat, Terletak di Atas Bukit Gunaksa
Ida Ayu Suryantini Putri August 31, 2026 04:03 PM

 


TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Angin kencang menerjang sebuah rumah warga di wilayah perbukitan Dusun Babung, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Minggu (30/8/2026) malam.

Rumah milik I Wayan Dana mengalami kerusakan pada bagian atap, setelah diterjang angin saat penghuni rumah sedang beristirahat.

Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengalami luka dalam kejadian tersebut.

Perbekel Gunaksa I Wayan Sadiarna mengatakan, kerusakan baru diketahui pada Senin (31/8/2026) pagi.

Baca juga: Buleleng Bali Diterjang Angin Kencang, 6 Pohon Tumbang, Ruko Alami Kerugian Rp75 Juta

Hal ini lantaran lokasi rumah berada di atas bukit dan cukup jauh dari permukiman warga.

"Lokasinya di Dusun Babung, rumahnya berada di atas bukit dan berbatasan dengan Desa Lokasari, Kecamatan Sidemen, Karangasem," ujar Sadiarna.

Dalam rumah tersebut terdapat tiga orang warga. Setelah mendapat informasi mengenai kejadian itu, pihak desa langsung mendatangi lokasi untuk melihat kondisi rumah sekaligus melakukan pendataan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung.

Lokasi rumah rusak akibat angin kencang itu berada di kawasan perbukitan. Akses untuk menuju lokasi juga cukup sulit. 

Baca juga: Angin Kencang Dua Pekan Lumpuhkan Aktivitas Nelayan, Harga Ikan di Gianyar Bali Melonjak

Warga harus berjalan kaki menyusuri hutan dan perbukitan untuk menjangkau rumah tersebut.

Sembari mereka membawa bantuan seperti beras, terpal, hingga matras.

Berdasarkan hasil assessment sementara, kerusakan terjadi pada bagian atap rumah. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta. Kendati mengalami kerusakan, kondisi tersebut masih dikategorikan sebagai rusak ringan.

Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, I Putu Widiada mengatakan, personel BPBD telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Selain melakukan assessment, petugas membawa terpal untuk membantu menutup bagian rumah yang mengalami kerusakan akibat terpaan angin.

Bantuan kebutuhan dasar berupa sembako juga disalurkan kepada penghuni rumah.

"Tim sudah turun ke lokasi membawa terpal dan bantuan lainnya, termasuk sembako untuk warga yang rumahnya terdampak," kata Widiada.

Penanganan sementara dilakukan agar kerusakan pada bagian atap tidak semakin berdampak terhadap kondisi rumah, terutama apabila kembali terjadi hujan atau angin kencang.

Pemerintah desa bersama BPBD selanjutnya melakukan pendataan terhadap kerusakan dan kerugian sebagai bahan penanganan lebih lanjut.

Dalam penanganan bencana tersebut, sejumlah unsur turut terlibat, mulai dari pemerintah desa, masyarakat, TNI/Polri hingga BPBD Klungkung.

Sementara itu, kerusakan rumah membuat aktivitas sehari-hari penghuni rumah menjadi terganggu.

Untuk perbaikan lebih lanjut, masih diperlukan dukungan anggaran, mengingat kebutuhan dana rehabilitasi belum tersedia dalam perencanaan sebelumnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.