Dua Tahun Menuju PON 2028, KONI DIY Mulai Tempa Mental Atlet Lewat Pelatih
Joko Widiyarso August 31, 2026 04:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Dua tahun menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028, KONI DIY mulai mematangkan persiapan kontingen. 

Tak hanya menggenjot aspek fisik, teknik, dan taktik, kali ini perhatian serius juga diberikan pada satu faktor penting yang kerap menentukan prestasi atlet di arena pertandingan, yakni ketangguhan mental.

Menariknya, penguatan mental tersebut tidak langsung menyasar para atlet. KONI DIY memilih membekali para pelatih Pusat Latihan Daerah (Puslatda) dengan pengetahuan dan instrumen psikologi olahraga berbasis riset.

Langkah itu dilakukan melalui kolaborasi KONI DIY bersama Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam kegiatan Sosialisasi Model Penguatan Ketangguhan Mental Berbasis Riset untuk Pelatih Puslatda DIY di Ruang Rapat Lantai II KONI DIY, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam kerangka Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Penugasan Guru Besar UNY Tahun 2026 tersebut diikuti jajaran pengurus KONI DIY, tim pakar UNY, serta puluhan pelatih Puslatda PON XXII dari berbagai cabang olahraga.

Wakil Ketua Umum III KONI DIY M Anggraini Adriani, menegaskan persaingan olahraga prestasi tingkat tinggi saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan kondisi fisik, kemampuan teknik, maupun strategi permainan.

Menurutnya, faktor psikologis memiliki peran besar dalam menentukan kemampuan seorang atlet tampil di level tertinggi.

“Pelatih bukan sekadar pengatur porsi latihan fisik, melainkan sosok sentral yang membentuk mentalitas, determinasi, dan daya juang para atlet,” tegas Anggraini, Senin (31/8/2026).

Karena itu, pelatih dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter atlet. Bukan hanya memastikan program latihan berjalan sesuai target, tetapi juga membantu atlet tetap tenang, tangguh, dan mampu bangkit ketika menghadapi tekanan dalam pertandingan.

Bawa pendekatan ilmiah

Melalui kerja sama dengan UNY, KONI DIY ingin membawa pendekatan ilmiah ke dalam proses persiapan menuju PON 2028. 

Persiapan atlet diharapkan tidak lagi hanya bertumpu pada pengalaman dan metode konvensional, melainkan didukung hasil riset serta data yang dapat diterapkan secara terukur.

Dalam sosialisasi tersebut, para pelatih mendapatkan paparan mengenai temuan data lapangan hingga teknik intervensi praktis dari tim pakar psikologi olahraga UNY.

Tim tersebut terdiri atas Prof Dr Dimyati, MSi, Prof Dr Sujarwo, SPd Jas, Rani P Rengganis, MSi, CPHR, PhD, serta Kumala Windya R, SPsi, MPsi, Psikolog.

KONI DIY berharap para pelatih dapat membawa bekal tersebut langsung ke tempat latihan dan menerapkannya dalam proses pembinaan atlet sehari-hari.

Dengan demikian, persiapan menuju PON XXII 2028 tidak hanya diarahkan untuk menciptakan atlet yang kuat secara fisik dan matang secara teknik, tetapi juga memiliki mental tangguh saat menghadapi tekanan.

Harapannya, DIY dapat melahirkan atlet-atlet yang tidak mudah patah dalam situasi sulit dan memiliki mental pemenang ketika tampil membawa nama daerah di panggung nasional.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.