Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Flores Sore Ini, Terasa di Borong, Ruteng hingga Labuan Bajo
Cristin Adal August 31, 2026 05:44 PM

 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (31/8/2026) sore.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 15.03.30 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa berada pada koordinat 8,21 derajat Lintang Selatan dan 120,57 derajat Bujur Timur.

Lokasi gempa berada di laut, sekitar 46 kilometer timur laut Ruteng, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan tsunami.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser turun atau oblique normal.

Baca juga: Dua Pekan Pascagempa M7,7 Flores, Siswa di Sikka NTT Kembali ke Sekolah, Diawali Trauma Healing

Gempa Terasa di Sejumlah Wilayah Flores

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Pulau Flores. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap BMKG, intensitas IV MMI dirasakan di Lamba Leda dan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur; Reok, Kabupaten Manggarai; Kota Ruteng; serta Kota Borong.

Pada skala IV MMI, guncangan pada siang hari dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.

Sementara itu, intensitas III MMI dirasakan di Kota Bajawa, Kabupaten Ngada; Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat; dan Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti truk sedang melintas.

Baca juga: Lebih dari Dua Pekan Pascagempa M7,7, Aktivitas Gempa Susulan di Flores Capai 10.232 Kejadian

Bagian dari Rangkaian Gempa Susulan

BMKG menyebut gempa M5,4 tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa bumi utama berkekuatan M7,7 yang terjadi di Flores pada 15 Agustus 2026.

Hingga Senin (31/8/2026) pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 10.386 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2.

BMKG menyatakan akan terus memantau aktivitas gempa susulan dan menyampaikan informasi terbaru kepada pemangku kepentingan serta masyarakat.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa bumi. Informasi resmi mengenai aktivitas gempa bumi dapat diperoleh melalui kanal komunikasi resmi BMKG.

Sumber: bmkg.go.id

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.