Tertimpa Bangunan Saat Gempa, Siswi SMP di Ende Patah Kaki dan Masih Trauma Masuk Rumah
Nofri Fuka August 31, 2026 05:44 PM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Gempa bumi dahsyat yang mengguncang Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, menyebabkan seorang siswi SMP Negeri Keliwumbu, Desa Keliwumbu, Kecamatan Maurole, mengalami patah kaki.

Siswi tersebut adalah Patrisiani De'o, siswi kelas VIII SMP Negeri Keliwumbu. 

Ia mengalami patah kaki setelah tertimpa bagian bangunan rumah yang roboh saat gempa pertama terjadi.

Ayah kandung Patrisiani, Antonius Gedho, menceritakan saat gempa mengguncang, anaknya berusaha menyelamatkan diri dengan berlari melalui samping rumah.

 

Baca juga: Gempa Flores Rusak 227 Sekolah di Ende, 15 Gedung Mengalami Kerusakan Berat

 

 

Namun, saat hendak menyelamatkan diri, bagian atas bangunan rumah roboh dan menimpa Patrisiani.

"Pas saat itu bangunan roboh dan kena dia, waktu itu kami angkat dia juga dalam keadaan panik, kakinya patah dan luka-luka," ungkap Antonius, Senin (31/8/2026) siang.

Dalam kondisi panik dan gempa susulan yang masih terus terjadi, Patrisiani kemudian langsung dievakuasi ke RSUD Ende untuk mendapatkan penanganan medis.

Setelah menjalani perawatan, Patrisiani telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. 

Namun, trauma akibat gempa membuatnya masih enggan kembali masuk ke rumah.

Saat ini, Patrisiani bersama keluarganya memilih tinggal sementara di salah satu rumah keluarga yang semi permanen.

Ia masih menjalani perawatan intensif akibat cedera yang dialaminya. 

Untuk membantu proses penyembuhan, dokter memasang pen luar pada kaki Patrisiani.

"Satu dua bulan lagi baru pasang pen dalam," ujar Antonius.

Antonius mengatakan, selama menjalani perawatan, kondisi Patrisiani mendapat perhatian dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Ia menyebut biaya pengobatan anaknya di rumah sakit juga ditanggung sehingga Patrisiani dapat menjalani perawatan tanpa biaya.

Perhatian juga datang dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Venantius Minggu, mengatakan Patrisiani merupakan satu-satunya pelajar di Kabupaten Ende yang sejauh ini dilaporkan mengalami patah kaki akibat gempa bumi tersebut.

"Dan butuh perawatan itu lebih dari setengah tahun jadi anak ini tetap berada di rumah tapi guru-guru tetap memberikan bimbingan belajar di rumah dengan tidak terlalu banyak beban karena masih trauma," ujar Venantius saat dikonfirmasi terpisah, Senin (31/8/2026).

Menurut Venantius, meski harus menjalani perawatan dalam waktu cukup lama, proses pendidikan Patrisiani tetap diperhatikan.

Guru-guru SMP Negeri Keliwumbu akan memberikan bimbingan belajar dari rumah. 

Pembelajaran tersebut dilakukan dengan menyesuaikan kondisi Patrisiani dan tidak memberikan beban belajar yang terlalu berat mengingat siswi tersebut masih mengalami trauma pascagempa.

Selain pendampingan belajar, bantuan pendidikan juga telah diberikan kepada Patrisiani.

Bantuan tersebut berupa seragam sekolah, seragam Pramuka, serta berbagai perlengkapan sekolah dari Kemendikdasmen melalui BPBD NTT.

Venantius juga mengatakan pihaknya telah menyampaikan kepada Kepala SMP Negeri Keliwumbu agar membebaskan biaya pendidikan Patrisiani.

Dengan demikian, meski masih harus menjalani perawatan dan pemulihan akibat cedera serta trauma pascagempa, Patrisiani tetap mendapatkan pendampingan agar tidak tertinggal dalam pendidikan. (Bet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.