BANJARMASINPOST.CO.ID - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat tata kelola kepegawaian dan efisiensi kinerja tenaga pustakawan di lingkungannya.
Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui gelaran Workshop Penghitungan Analisis Beban Kerja (ABK) Pustakawan yang berlangsung di Aula Dispersip Kalsel (Perpuspalnam), Banjarmasin, Kamis (27/8/2026).
Melalui agenda ini, Dispersip Kalsel menegaskan pentingnya perencanaan kebutuhan tenaga pustakawan yang terukur, objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel.
Langkah ini diambil demi memastikan pemenuhan tenaga literasi di setiap instansi dan unit kerja se-Kalsel berjalan secara proporsional sesuai dengan beban kerja riil di lapangan.
Instrumen Penting Pemetaan Kebutuhan
Penghitungan Analisis Beban Kerja (ABK) dinilai sebagai instrumen yang sangat krusial dalam manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor perpustakaan.
Penggunaan instrumen ABK ini bertujuan untuk mengukur volume pekerjaan secara presisi, menentukan norma waktu penyelesaian tugas, hingga menghitung efektivitas jam kerja pustakawan.
Dengan data yang presisi tersebut, jumlah dan formasi kebutuhan pustakawan di masing-masing unit kerja dapat terpetakan secara ideal.
Langkah ini juga sekaligus mencegah terjadinya penumpukan atau kekurangan beban kerja pada satu fungsi pelayanan perpustakaan.
Dorong Kinerja Layanan Literasi Maksimal
Penerapan instrumen ABK yang sistematis diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme para pustakawan dalam menjalankan tugas-tugas teknis maupun manajerial literasi.
Melalui workshop pembekalan ini, Dispersip Kalsel mendorong setiap unit kerja perpustakaan di Banua agar memiliki acuan baku dalam mengevaluasi efisiensi kerja stafnya.
Sinergi dan penataan SDM yang matang ini menjadi komitmen berkesinambungan Pemprov Kalsel dalam menghadirkan standar mutu pelayanan publik yang prima di bidang perpustakaan dan kearsipan. (AOL)