Laporan wartawan TribunJatim.com, Khairul Amin
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Optimisme tinggi untuk meraih gelar juara sedang dirasakan oleh Persebaya, dan Azrul Ananda.
CEO Persebaya, Azrul Ananda semakin percaya diri mencapai target juara di kompetisi musim ini (2026/2027).
Menurutnya, tim saat ini sudah sangat siap. Satu yang membuat suami Ivo Ananda itu semakin yakin adalah kehadiran sosok Bernardo Tavares, pelatih yang didatangkan Persebaya pertengahan musim lalu.
"Kami yakin untuk mengejar target musim ini, kami telah memiliki pelatih yang tepat," kata Azrul secara tegas.
Ia kemudian memberi bocoran tentang perjalanan panjang mendatangkan Bernardo Tavares yang sejatinya sudah Persebaya minati tiga tahun sebelumnya.
"Kami sudah mendekati coach (Bernardo Tavares) hampir 3 tahun yang lalu. Kami ingin Coach bergabung ke Persebaya sejak lama. Waktu itu Coach menolak. Alasannya membuat kami di Persebaya sangat kagum," ucap Azrul.
Baca juga: Bukan Cuma Latihan, Ini yang Menjaga Performa Persebaya hingga Juara Piala Presiden 2026
Dijelaskan Azrul, Bernardo Tavares yang saat itu menukangi PSM Makassar tidak ingin meninggalkan pemain-pemainnya yang waktu itu sedang menghadapi masalah.
Gejolak finansial di PSM Makassar membuat beberapa pemain mengalami keterlambatan gaji.
Bahkan, pernah suatu waktu Bernardo Tavares melelang barang pribadinya untuk memenuhi kebutuhan finansial pemain.
"Saya bersama teman-teman manajemen langsung berpikir, ini pelatih yang karakternya luar biasa. Ini pelatih yang punya karakter, yang punya komitmen untuk maju bersama," kata Azrul.
"Dan kami sangat bangga sekarang kita sudah memiliki Coach Tavares, kita sudah memiliki tim pelatih yang luar biasa," tambahnya.
Bernardo Tavares sudah menunjukkan kualitasnya bersama PSM Makassar, diantaranya membawa PSM Makassar juara Liga 1 musim 2022/2023.
Komposisi ini dikatakan Azrul semakin lengkap dengan kualitas barisan pemain yang dimiliki Persebaya saat ini.
Dimana sudah teruji pramusim, meraih gelar juara Piala Presiden 2026. Menjadi gelar pertama Persebaya sepanjang keikut sertaan turnamen ini.
Persebaya yang tampil dengan skuad mayoritas baru di Piala Presiden 2026 tampil superior. Tidak terkalahkan sejak babak penyisihan hingga final. Mengalahkan deretan tim-tim juara Piala Presiden periode sebelumnya.
Selain menumbangkan Persib di final, Persebaya juga mengalahkan Arema FC di babak semifinal, tim dengan label juara Piala Presiden 4 kali.
Kemudian mengalahkan Persija Jakarta dan Port FC di babak penyisihan. Kedua tim tersebut sama-sama peraih gelar Piala Presiden satu kali. Port FC status juara bertahan.
"Kami juga sudah yakin memiliki barisan pemain yang luar biasa. Di pramusim mereka sudah keruji," kata Azrul.
Namun, ia menegaskan bahwa modal itu saja tidak cukup untuk bisa meraih gelar juara.
"Kita harus bersinergi bersama. Persebaya, Bonek di seluruh dunia, seluruh partner, dan tentunya Pemkot Surabaya dan TNI Polri sebagai stakeholder utama di Surabaya dan sekitarnya," terangnya.
Khusus dukungan Pemkot Surabaya, Azrul sangat senang akhirnya Persebaya bisa melakukan acara di Balai Kota Surabaya pada Launching Synergy Persebaya Sabtu (29/8/2026) malam.
Ini menjadi launching tim perdana Persebaya di Balai Kota Surabaya sejak Persebaya kembali diakui PSSI pada 2017 lalu.
"Saya lega banget. Sudah lama kami mengindikan acaranya seperti ini, menunjukkan sinergi bersama seperti ini," ucap Azrul.
"Jadi kalau Tuhan mengizinkan, Persebaya ingin jadi juara di Super League 2026-2027," pungkas Azrul.
Persebaya akan memulai perjalanan di kompetisi Super League musim ini dengan menyambangi kandang Bhayangkara FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Sabtu (5/9/2026). Kemudian dilanjutkan menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion GBT, Minggu (13/9/2026).
Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com