TRIBUNBANTEN.COM - Menjaga tubuh tetap sehat dan terlihat awet muda menjadi keinginan banyak orang.
Menurut praktisi kesehatan sekaligus penggagas Jurus Sehat Rasulullah, dr Zaidul Akbar, salah satu bahan alami yang dapat dimanfaatkan untuk membantu memperlambat tanda-tanda penuaan adalah kunyit.
Rempah yang selama ini banyak digunakan sebagai bumbu masakan tersebut disebut memiliki berbagai manfaat kesehatan, mulai dari membantu meredakan nyeri, mengurangi peradangan, hingga berperan sebagai anti aging atau anti penuaan alami.
dr Zaidul Akbar menjelaskan, manfaat kunyit akan lebih optimal jika dikombinasikan dengan santan kelapa yang dikonsumsi dengan cara yang tepat.
Baca juga: dr Zaidul Akbar Ingatkan Wanita, Hindari Makanan Ini saat Haid agar Terhindar dari Kista dan Tumor
Menurutnya, santan merupakan bahan alami yang baik untuk kesehatan selama tidak dikonsumsi secara berlebihan dan tidak mengalami pemanasan berulang.
"Kunyit jika dicampurkan dengan santan bisa menjadi kombinasi yang baik. Santan itu sehat, asalkan tidak berlebihan dan tidak dipanaskan berulang kali," ujar dr Zaidul Akbar.
Kunyit Disebut Memiliki Efek Anti Aging
Dalam penjelasannya, dr Zaidul Akbar menyebut kunyit atau turmeric mengandung senyawa yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.
Karena itu, kunyit dipercaya dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat radikal bebas yang sering dikaitkan dengan proses penuaan.
Selain membantu mengurangi peradangan, kunyit juga disebut berpotensi mendukung kesehatan kulit sehingga tampak lebih segar dan terawat.
"Turmeric atau kunyit merupakan salah satu bahan alami yang memiliki manfaat sebagai anti nyeri, anti peradangan, dan anti aging," jelasnya.
Hindari Santan yang Dipanaskan Berulang
dr Zaidul Akbar juga mengingatkan agar santan tidak dipanaskan berulang kali karena dapat mengalami proses oksidasi yang berpotensi menghasilkan radikal bebas.
Menurutnya, makanan yang terus-menerus dipanaskan berulang kali dapat mengalami perubahan kualitas sehingga tidak lagi memberikan manfaat optimal bagi tubuh.
Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat lebih bijak dalam mengolah makanan yang mengandung santan agar kandungan nutrisinya tetap terjaga.
Tempe dan Telur Sebaiknya Tidak Digoreng
Selain membahas manfaat kunyit, dr Zaidul Akbar juga menyoroti cara mengonsumsi tempe dan telur yang dinilai lebih sehat.
Menurutnya, tempe merupakan makanan hasil fermentasi yang kaya akan probiotik. Kandungan bakteri baik tersebut dapat berkurang bahkan rusak jika tempe dimasak dengan suhu terlalu tinggi, terutama melalui proses penggorengan.
"Tempe sebenarnya sudah matang karena kedelainya telah direbus dan difermentasi. Saat digoreng, sebagian kandungan probiotiknya bisa berkurang," ujarnya.
Hal serupa juga berlaku pada telur. Ia menyarankan agar telur tidak selalu diolah dengan cara digoreng menggunakan banyak minyak.
Sebagai alternatif, telur dapat direbus atau dimasak setengah matang agar kandungan gizinya tetap terjaga dan lebih baik untuk dikonsumsi.
Meski demikian, masyarakat tetap dianjurkan menerapkan pola makan seimbang, memperbanyak konsumsi buah dan sayuran, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.
Dengan memanfaatkan bahan alami seperti kunyit, menjaga pola makan sehat, dan mengurangi konsumsi makanan yang diproses berlebihan, upaya menjaga kesehatan dan memperlambat tanda-tanda penuaan dapat dilakukan secara lebih optimal.