Gelar Konferensi Republik di Padang, Feri Amsari Cari Gagasan Baru Pengelolaan Negara
Rahmadi August 31, 2026 07:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan, Feri Amsari menyebut konferensi republik merupakan wadah untuk mencari gagasan-gagasan baru.

Selain itu, konferensi republik diharapkan dapat memperbaiki tata kelola yang sedang bermasalah.

"Jadi ini kombinasi antara kabinet bayangan bersama konferensi republik, untuk mencari gagasan baru. Kita harapkan menjadi kekuatan baru di tengah masyarakat," ucapnya saat memberikan keterangan di Aula Pascasarjana Universitas Andalas (Unand), Senin (31/8/2026).

Dalam konferensi republik yang berlangsung di Kota Padang, banyak pembahasan yang dihadirkan.

Mulai dari segi perempuan, ekonomi, sosial-politik, hingga ketatanegaraan dari berbagai sudut pandang yang ada.

Baca juga: Angin Bawa Kabut Asap ke Padang, Pemprov Sumbar Imbau Warga Siap Masker

Ia menilai banyak kebijakan pemerintah saat ini yang carut-marut, hingga kepemimpinan yang tidak menjalankan negara secara tidak konstitusional.

"Hingga mengabaikan nilai-nilai yang diyakini oleh publik akan menghancurkan negara," jelasnya.

Salah satu gagasan yang menghadirkan gagasan baru kata Feri, yakni terkait seni dan kultural di Minangkabau.

Saat Fadli Ajo Wayoik memaparkan gagasannya di depan peserta, Feri menilai pembahasannya sangat kaya, karena dijelaskan bagaimana mengelola dengan baik.

"Kemudian aspek kepemimpinan juga masalah yang perlu dibenahi, termasuk sekarang juga berbicara soal ekonomi," terangnya.

Baca juga: Kabut Asap Selimuti Padang, BMKG Pastikan Tak Ada Titik Api di Sumbar

Konferensi Republik Berlanjut

Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan, Feri Amsari mengatakan konferensi republik bakal diadakan di berbagai daerah di Indonesia.

Ungkapan ini ia sampaikan saat dimintai keterangan saat konferensi republik dengan tema "Menatah Republik Konstitusional Sebenarnya" di Aula Pascasarjana Universitas Andalas (Unand), Senin (31/8/2026).

Sebelumnya ujar Feri, konferensi republik sudah berlangsung di Yogyakarta, tepatnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 30 Mei 2026. Kegiatan pertama ini bertajuk "Meneguhkan Civil Society Pilar Republik".

Kemudian diadakan secara daring atau online. Konsolidasi nasional kedua ini bertajuk "Jalan Menata Kembali Republik".

Dalam perencanaannya, dilangsungkan secara luring di Kampus Universitas Indonesia (UI), Salemba, pada 28 Juni 2026.

Baca juga: Catatan Performa Ekspor Sumbar Semester I 2026, Kinerja Meningkat tapi Tertumpu Komoditas Tertentu

Hanya saja, akhirnya konferensi dialihkan secara daring lantaran mendapat pembatalan mendadak dari pihak kampus.

"Hari ini kita adakan di Sumatera Barat, tepatnya di Padang. Untuk alasannya kenapa di Padang, karena hanya di sini bisa bernegosiasi, di tempat lain kami diusir," ucapnya sembari bergurau.

Setelah di Padang, konferensi pers direncanakan diadakan di daerah lainnya di Indonesia.

Namun ia belum memberikan bocoran mengenai lokasi daerah, yang menjadi tempat konferensi selanjutnya.

"Kita diskusikan dulu di mana akan diadakan nanti, tapi kita punya kecendrungan di beberapa daerah, saya tidak bisa menyebutnya, karena akan selalu diadakan dadakan," terangnya.

Di sisi lain, ia menyampaikan tujuan dari konferensi yang diadakan di berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Aksi Spontan Selamatkan Pengibaran Bendera, Dua Siswa SMPN 3 Padang Terima Beasiswa Pendidikan

Kata dia, konferensi republik bertujuan untuk mencoba menatah kembali apa yang sudah dimandatkan konstitusi dan menjunjung tinggi republik, yaitu ruang sipil berdaulat.

"Kita mencoba menatah kembali republik sesuai konstitusional sebenarnya, yakni apa yang sudah dimandatkan konstitusi, yakni ruang publik berdaulat harus dijalankan," tambahnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.