TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut menjadi responden dalam Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).
Pramono menjalani pendataan secara langsung oleh petugas BPS di Balai Kota Jakarta pada Senin (31/8/2026) sore.
Usai diwawancarai oleh petugas BPS, Pramono di depan wartawan berkelakar bahwa dirinya masuk Desil 10.
“Saya enggak tahu desil berapa, saya mungkin Desil 10 ya. Paling tinggi 10 ya? Amin,” kata Pramono.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono mengajak masyarakat Jakarta untuk ikut membantu kelancaran Sensus Ekonomi 2026.
Ia meminta warga yang didatangi petugas BPS memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya.
Menurut Pramono, sensus tersebut penting untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi ekonomi masyarakat dan pelaku usaha di Jakarta.
“Sebagai Gubernur Jakarta, saya juga mengimbau kepada masyarakat di Jakarta untuk membantu BPS dalam rangka tugas mereka melakukan sensus, terutama bagi masyarakat-masyarakat yang masih menutup diri,” ujarnya.
Pramono menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir data yang diberikan akan berkaitan dengan urusan perpajakan.
Ia memastikan pendataan tersebut merupakan bagian dari tugas konstitusional BPS untuk memotret kondisi ekonomi.
“Ini tidak ada hubungan sama sekali dengan, misalnya, perpajakan ataupun dengan hal-hal lain. Ini betul-betul adalah Sensus Ekonomi untuk mengetahui potret tentang kondisi dan keadaan di Jakarta,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Utama (Sestama) BPS RI Zulkipli mengatakan proses pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta masih terus berlangsung.
BPS masih memiliki waktu hingga 15 September 2026 untuk mendatangi kembali perusahaan atau pelaku usaha yang belum berhasil didata.
Menurut Zulkipli, berdasarkan daftar awal atau prelis, cakupan pendataan di Jakarta bahkan telah mencapai 111 persen.
Namun, masih terdapat sejumlah perusahaan atau unit usaha yang belum berhasil ditemukan maupun didata.
“Saat ini sebenarnya kami sudah melakukan dari prelis yang ada itu sebesar 111 persen untuk kondisi DKI. Namun demikian, dari 111 persen itu masih ada beberapa yang tidak kami temukan,” tuturnya.
Ia memastikan BPS akan kembali menelusuri data tersebut sebelum masa pendataan berakhir.
“Untuk sampai dengan tanggal 15 September nanti, kami akan mendapatkan kembali, mendatangi kembali perusahaan-perusahaan itu, serta menemukan kembali yang tadinya belum ditemukan dalam prelis kami,” ujarnya.
Zulkipli juga mengapresiasi Pramono yang telah bersedia mengikuti pendataan secara langsung.
Ia mengatakan proses sensus berjalan lancar dan berharap masyarakat Jakarta ikut memberikan dukungan.
Sementara itu, Pramono menyebut dirinya tidak bisa membeberkan substansi pertanyaan yang diajukan petugas BPS.
Hal itu karena informasi yang dikumpulkan dalam sensus memiliki ketentuan kerahasiaan.
“Saya sudah menjawab secara apa adanya,” kata Pramono.
Ia pun kembali mengingatkan warga Jakarta agar tidak menutup diri ketika didatangi petugas BPS.
Pasalnya, hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi ekonomi Jakarta sekaligus menjadi salah satu dasar dalam melihat perkembangan ekonomi masyarakat dan dunia usaha.