Pascagempa, Siswa Seminari BSB Maumere Awali Kegiatan Belajar dengan Cek Kesehatan Gratis
Cristin Adal August 31, 2026 08:42 PM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Seminari Menengah Maria Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere kembali memulai kegiatan belajar mengajar pada Senin (31/8/2026), dua pekan setelah gempa Flores pada Sabtu (15/8/ 2026).

Kegiatan belajar mengajar diawali dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para seminaris dan pendidik yang digelar bersama BPJS Kesehatan dan Klinik Prodia Maumere.

Disaksikan TRIBUNFLORES.COM, pemeriksaan kesehatan berlangsung di bawah tenda darurat yang didirikan di lingkungan Seminari BSB Maumere.

Para peserta menjalani sejumlah pemeriksaan, mulai dari penimbangan berat badan, pengisian formulir skrining kesehatan, hingga pemeriksaan tekanan darah.

Baca juga: Siswa SMAN Kangae Sikka Simulasi Gempa di Sekolah, Gelar Trauma Healing 12 Hari Pascagempa Flores

Skrining kesehatan juga dilakukan secara daring melalui laman BPJS Kesehatan. Setelah itu, peserta menjalani pemeriksaan sampel darah.

Formatur Seminari BSB Maumere, RD. Kristofel Ritan, mengatakan pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan bentuk layanan bagi komunitas Seminari BSB Maumere sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Menurut dia, komunitas Seminari Menengah BSB Maumere selama ini rutin membayar iuran BPJS Kesehatan setiap bulan. Romo Kris Ritan mengatakan gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 berlangsung ketika para seminaris sedang sarapan pagi.

Saat gempa mengguncang, seluruh seminaris dan anggota komunitas lainnya langsung berkumpul di titik aman, yakni lapangan sepak bola.

Para pembina kemudian melakukan absensi untuk memastikan seluruh seminaris berada dalam kondisi aman.
 Dari hasil pendataan tersebut, seluruh 274 seminaris dinyatakan lengkap.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Flores Sore Ini, Terasa di Borong, Ruteng hingga Labuan Bajo

"Ketika memastikan bahwa jumlah anggota seminari lengkap, selanjutnya kami memberikan sedikit pengetahuan tentang apa itu gempa bumi dan bagaimana menghadapinya. Sembari terus memberi informasi, meng-update informasi kepada orang tua wali mereka di mana saja mereka berada melalui WhatsApp group masing-masing," ungkap Romo Kris Ritan.

Sejak gempa tersebut, seluruh aktivitas komunitas Seminari Menengah BSB Maumere dipindahkan ke luar gedung asrama.

Sebanyak enam tenda darurat didirikan di lapangan seminari. Tenda tersebut berasal dari BNPB, Lanal Maumere, serta bantuan orang tua seminaris.

Romo Kris Ritan mengatakan selama sepekan setelah gempa, kegiatan belajar mengajar di Seminari Menengah BSB Maumere dilakukan secara daring.

Para guru memberikan tugas dari rumah untuk dikerjakan para seminaris. Mulai Senin (31/8/2026), para guru kembali datang ke seminari untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka.

Namun, kegiatan belajar mengajar masih dilakukan di luar ruangan dengan jadwal khusus karena kondisi lingkungan seminari belum sepenuhnya kondusif.

"Hari ini para guru sudah datang untuk bertemu dan melakukan kegiatan belajar mengajar dengan para seminaris. Tetapi semuanya masih dilakukan di luar ruangan dan memiliki roster khusus atau jadwal pelajaran khusus karena situasi saat ini belum kondusif," pungkasnya. 

Seminari Menengah BSB Maumere merupakan lembaga pendidikan dan pembinaan bagi calon imam Katolik pada jenjang pendidikan menengah. 

Selain mengikuti pendidikan formal, para seminaris juga menjalani pembinaan kepribadian, kerohanian, dan kehidupan bersama sebagai bagian dari proses pemantapan panggilan menjadi imam dalam Gereja Katolik. (moa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.