Ricuh Lahan Agrinas di Kampar, Ninik Mamak Melapor Dianiaya, Pemegang KSO Mengaku Diserang
Muhammad Ridho August 31, 2026 07:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Kericuhan pecah di kebun kelapa sawit PT. Agrinas Palma Nusantara (APN) di Desa Kota Garo Kecamatan Tapung Hilir, Sabtu (29/8/2026).

Dua kubu bertikai, antara warga dengan CV. Prima Nuansa Solution sebagai pemegang Kerja Sama Operasi (KSO) dari APN. Kebun 221 hektare eks penguasaan Ayau sebagai objek KSO menjadi pemicu konflik.

Rais Hasan Piliang selaku Kuasa Hukum Ninik Mamak Koto Garo menyatakan laporan penganiayaan ke Kepolisian Resor Kampar, Sabtu malam.

Ia mengatakan, seorang Ninik Mamak bernama Nurman Datuk Majolelo terluka. Ia meminta aparat penegak hukum tidak hanya melihat peristiwa tersebut secara parsial.

Menurut dia, persoalan tersebut mengenai penguasaan dan pengelolaan kebun.

Persoalan memasuki ranah pidana dan keamanan masyaeakat ketika berkembang menjadi dugaan kekerasan terhadap masyarakat, termasuk seorang perempuan dan Ninik Mamak. 

"Peristiwa ini tidak dapat dipandang sebagai persoalan biasa," katanya dalam keterangan tertulisnya kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (31/8/2026).

Ia menyatakan, seorang Ninik Mamak yang sedang menjalankan fungsi sosial dan adatnya di tengah masyarakat tidak boleh diperlakukan dengan kekerasan. Menurut dia, perbedaan pendapat mengenai lahan tidak boleh berubah menjadi kekerasan fisik. 

"Kami meminta Polres Kampar dan Polda Riau melakukan pemeriksaan secara profesional, objektif dan menyeluruh terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut," pintanya.

Ia menegaskan, siapapun yang terbukti melakukan tindak pidana mesti bertanggung jawab di hadapan hukum. Ia berharap tidak ada perlakuan berbeda karena mengatasnamakan kelompok, perusahaan, vendor, ataupun kepentingan tertentu. 

Baca juga: Cekcok Rebutan Antrean Biosolar, Sopir Truk di Kampar Berkelahi hingga Berujung Pembacokan

Pemegang KSO: Kami Diserang!

Kericuhan berujung saling lapor. CV. Prima Nuansa Solution sebagai pemegang KSO dari Agrinas juga melapor ke Polres Kampar di waktu yang sama.

Debi Syahrul Gunawan, warga Kota Garo pengurus lahan KSO, membantah penganiayaan terhadap Ninik Mamak. Sebaliknya, kata dia, sekelompok orang tanpa alas hak yang jelas melakukan penyerangan saat pekerja KSO melakukan pemanenan. 

"Kami juga melaporkan pemukulan dan pengeroyokan ke Polres Kampar. Kami diserang," katanya ketika dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com, Senin (31/8/2026).

Ia menjelaskan kronologis kericuhan. Aktivitas pemanenan berjalan normal dan aman pada Sabtu pagi. Pemanenan juga diawasi perwakilan APN. 

Beberapa waktu kemudian, sekelompok orang menutup akses masuk ke areal kebun. Mediasi sempat dilakukan di lapangan, tetapi gagal.

"Mereka tetap melarang KSO melakukan pemanenan," katanya. Ia menyatakan, pihaknya tetap melanjutkan pemanenan karena hak penguasaan sudah resmi diterima berdasarkan surat pengugasan APN tanggal 5 Agustus 2026.

"Apa dasar mereka ingin melakukan penguasaan?," ungkap warga Desa Kota Garo ini. 

Ia mengatakan, situasi memanas menjelang sore. Massa yang di antaranya termasuk Ninik Mamak kemudian melalukan penyerangan.

Menurut dia, pihaknya sempat bertahan untuk menghindari bentrokan namun massa bertambah beringas. Manajemen dan pekerja semakin terdesak.

"Sampai akhirnya di pihak kami ada yang dikeroyok dan membela diri karena sudah terdesak," katanya. 

Ia menegaskan, KSO tidak pernah membenturkan diri dengan tokoh masyarakat. Termasuk tokoh adat. 

"Sebelum masuk ke lokasi lahan, kami malah sudah mengajak tokoh adat bermusyawarah untuk membangun kebun bersama-sama. Tetapi ajakan kami ditolak dengan alasan bahwa seluruh perjuangan yang ada di Desa Kota Garo harus  satu pintu melalui mereka dan tidak menerima KSO dari pihak manapun," ujarnya.

Deby sangat menyayangkan keberadaan tokoh adat Kenegerian Kota Garo berpihak. Padahal Ninik Mamak yang bergelar Datuk seharusnya netral. 

Menurut dia, penyerangan tidak akan terjadi seandainya tokoh adat netral. "Padahal kami juga masyarakat. Ada ratusan masyarakat bersama kami mendukung KSO dengan Agrinas," ujarnya.

( Tribunpekanbaru.com / Fernando Sihombing) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.