TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong peserta Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri memanfaatkan kesempatan pendidikan di luar negeri untuk memperluas wawasan kepemimpinan.
Menurut Tito, pengalaman belajar di negara maju dapat memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga budaya dan jejaring internasional.
“Kalau sekolahnya luar negeri, apalagi negara maju, negara yang disiplin, less corrupt, keunggulannya kita bisa mendapatkan budaya itu tertular ke kita,” ujar Tito saat menjadi narasumber Dialog Kebangsaan Sespim Lemdiklat Polri di Gedung Tribrata Convention Center Dharmawangsa, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Tito menilai, pengalaman belajar di lingkungan berbeda dapat membantu calon pemimpin memahami berbagai pendekatan dalam menyelesaikan persoalan.
Selain memperluas pengalaman pendidikan, ia meminta peserta Sespim memperkuat kemampuan berpikir ilmiah dan berbasis data.
Menurutnya, seorang pemimpin strategis akan menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan keputusan cepat sekaligus tepat.
“Setiap pengambilan keputusan, saya minta rekan-rekan selalu mengambil keputusan berbasis science, berbasis data,” tegasnya.
Tito mengatakan, pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan gelar, tetapi juga membentuk pola pikir seseorang dalam mengambil keputusan.
“Jadi, targetnya S1 itu hanya untuk mengubah cara berpikir, mengambil keputusan yang tadinya hanya feeling-feeling-an menjadi berbasis systematic science, ilmiah,” tegasnya.
Tito juga mendorong peserta Sespim terus memperbanyak pengetahuan melalui membaca, pengalaman, serta pembelajaran dari orang lain.
“Makin rajin membaca, makin banyak membaca, makin banyak knowledge, maka ketika menghadapi problem, kita akan memiliki referensi yang banyak, tinggal menambah data, terus bisa mengambil keputusan,” ucapnya.