POSBELITUNG.CO -- Brigjen Pol Hengki Haryadi mengemban jabatan baru sebagai Kapolda Papua Barat Daya setelah namanya masuk dalam daftar mutasi Kapolri terbaru.
Mutasi tersebut tertuang di dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026.
Surat Telegram Kapolri itu ditandatangani oleh Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Hengki akan menggantikan posisi Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru yang dimutasi sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. I Sespim Lemdiklat Polri.
Baca juga: Penjual Cermin Tewas Diamuk Perusuh Demo 27 Agustus: Nama, Usia dan Kronologinya, Pelaku Terekam
Sebelumnya, Brigjen Hengki Haryadi menduduki posisi jabatan sebagai Wakapolda Riau.
Lalu, seperti apakah sosok Brigjen Pol Hengki Haryadi?
Dirangkum Tribunnews.com, Brigjen Pol Hengki Haryadi adalah seorang perwira tinggi (Pati) di Polri.
Ia lahir di Palembang, Sumatra Selatan, pada 16 Oktober 1974.
Jenderal bintang satu ini telah malang melintang berkarier di Polri.
Hengki Haryadi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996.
Semasa sekolah, Hengki mengenyam pendidikan di SMA Taruna Nusantara (1993).
Sederet pendidikan yang pernah ditempuhnya antara lain adalah PTIK, SESPIMMEN (2010), SESPIMTI (2020) Lulusan Terbaik.
Nama lengkap berikut dengan gelarnya yakni Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H.
Dalam kariernya, Hengki pernah mengemban jabatan sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Baca juga: Profil Biodata Fajar Aldila, Wabup Sumedang Terlibat Isu Dugaan Penganiayaan dan Pelecehan
Ia juga memiliki prestasi dan rekam jejak yang moncer selama berdinas di kepolisian.
Brigjen Hengki Haryadi tercatat pernah menangani kasus penangkapan Rosario de Marshal alias Hercules sebanyak tiga kali (2013, 2017, dan 2018) atas kasus kekerasan, pemerasan, dan pendudukan lahan.
Selain itu, ia juga pernah mengungkap jaringan pengedaran sabu-sabu dalam kemasan kopi dari Amerika, membongkar kartel narkoba internasional, hingga mengungkap kasus mafia tanah.
Berbagai jabatan strategis di Korps Bhayangkara juga sudah pernah diemban Hengki.
Hengki memulai kariernya sebagai Pamapta II Polres Dili pada tahun 1997.
Setelah itu, kariernya makin cemerlang di kepolisian.
Ia tercatat pernah menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Manatuto (1998), Kasat Lantas Polres Dili (1999), Wakapolsek Lengkong (1999), Kasat Lantas Polres Garut (2001), Pama Polda Lampung (2002), Kasat Reskrim Polres Tulangbawang (2004), dan Kapolsek Telukbetung Selatan (2005).
Selain itu, Hengki juga sempat menduduki posisi sebagai Kasat Reskrim Poltabes Bandar Lampung (2006), Kanit III Sat I Dit Reskrim Polda Lampung (2008), Pamen Polda Metro Jaya (2010), dan Kasubbag Kermalat Bagbinlat Ro Ops Polda Metro Jaya (2010).
Tak sampai di situ, jenderal asal Palembang ini juga pernah menjabat sebagai Kapolsek Metro Gambir (2011), Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat (2011), Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat (2012), dan Kapolres KP3 Tanjungpriok (2014).
Baca juga: Kronologi Detik-detik Pelajar 17 Tahun Diseret Buaya saat Mancing di Sungai Bangka Barat
Karier Hengki makin moncer setelah ia didapuk menjadi Wadirreskrimsus Polda Metro Jaya pada 2016.
Pada 2017, ia ditunjuk untuk menjabat sebagai Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri.
Di tahun yang sama, Hengki kemudian diangkat menjadi Kapolres Metro Jakarta Barat.
Dua tahun kemudian, ayah empat anak ini dimutasi sebagai Analis Kebijakan Madya bidang Pideksus Bareskrim Polri.
Setelah itu, Hengki ditunjuk untuk mengisi kursi jabatan sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat pada 2020.
Pada 2022, Hengki Haryadi kemudian dipercaya untuk menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Metro Jaya.
Lalu, ia diutus untuk mengemban amanah sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tk. II Bareskrim Polri pada akhir 2023.
Pada 15 Desember 2025 Hengki dipercaya untuk mengisi kursi jabatan sebagai Wakapolda Riau.
Hengki merupakan jenderal polisi lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1996 dan alumnus SMA Taruna Nusantara (TN) angkatan 1993.
Sepanjang kariernya di kepolisian, pria kelahiran 16 Oktober 1974 ini banyak mendapat penugasan di bidang reserse.
Salah satu momen yang membuatnya menjadi perhatian publik adalah ketika ia berhadapan dengan Rosario de Marshall alias Hercules atas sejumlah kasus kriminal.
Saat menjadi Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat pada 2013, Hengki menangkap Hercules dan kawanannya karena kerap memeras dan melakukan tindakan kekerasan kepada masyarakat di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Pada akhir 2018, ketika menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat, lagi-lagi Hengki harus berhadapan dengan Hercules.
Kali itu, Hercules ditangkap karena mengintimidasi dan menyebarkan ketakutan kepada warga Kalideres saat mencoba menguasai lahan milik warga.
Hercules berhasil kembali dijerat hukum. Personel di bawah pimpinan Hengki berhasil mengungkap perbuatan Hercules yang merugikan masyarakat di Kalideres.
Selain di Polres Jakbar, Hengki tercatat pernah mengisi sejumlah posisi strategis, antara lain Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Pusat, serta Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.
Kini, Hengki kembali melanjutkan kariernya untuk memimpin kepolisian daerah sebagai Kapolda Papua Barat Daya.
(Kompas.com/Baharudin Al Farisi/Ardito Ramadhan) (Tribunnews.com/Rakli Almughni) (Bangkapos.com/Posbelitung.co)