Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Barat (Jakbar) melakukan sterilisasi terhadap 200 kucing jantan lokal secara gratis di Kantor Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Senin.
Camat Tamansari Simson Hutagalung mengatakan kegiatan itu dilakukan sebagai upaya mengendalikan populasi kucing secara humanis sekaligus mencegah penyebaran penyakit, termasuk rabies.
“Hari ini, pemerintah Kecamatan Tamansari bekerja sama dengan Sudin KPKP melakukan sterilisasi terhadap 200 kucing di Kecamatan Tamansari. Tujuan yang pertama adalah untuk menekan tingginya angka penyakit rabies,” kata Simson, Senin.
Menurut dia, program tersebut dapat mengurangi konflik antara masyarakat dengan hewan, khususnya kucing yang berkeliaran di lingkungan permukiman dan kawasan publik.
“Selain itu, program ini dapat mengendalikan populasi kucing, di mana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berusaha secara humanis dalam pengendalian populasi kucing yang ada di DKI Jakarta ini,” ujar Simson.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menggandeng Komunitas Pencinta Kucing Sehati (KPKS) untuk menangkap dan melakukan sterilisasi terhadap kucing liar yang berada di wilayah tersebut.
Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Barat Tanti mengatakan komunitas tersebut telah melalukan proses trap atau penangkapan kucing liar melalui metode Trap-Neuter-Return (TNR).
“Semalam, mereka sudah mencoba melakukan TNR, penangkapan (trap) pada kucing-kucing liar yang ada di sekitar Kecamatan Tamansari, dan berhasil tertangkap 30 ekor," tutur Tanti.
Nantinya, kata dia, setelah menjalani sterilisasi dan dinyatakan pulih, kucing-kucing tersebut akan dikembalikan ke habitat atau lokasi asalnya.
“Begitu mereka sembuh, baru dilepaskan kembali ke habitat semula,” ungkap Tanti.
Dia menjelaskan berdasarkan laporan masyarakat dan informasi dari komunitas, cukup banyak kucing liar yang berkeliaran di Kecamatan Tamansari, baik kucing jantan maupun betina.
Namun, dalam kegiatan kali ini, sambung dia, sterilisasi difokuskan terhadap kucing jantan. Untuk kucing betina, kegiatan serupa akan kembali dilakukan di Tamansari pada kesempatan berikutnya.
“Untuk kali ini, kami menangkap untuk yang kucing jantan. Untuk yang kucing betina, nanti kami juga akan datang kembali ke sini untuk melakukan TNR,” terang Tanti.
“Jadi, kita menangkap, kemudian kita sterilisasi, tapi di tempat lain. Kemudian, nanti akan dikembalikan ke habitat semula,” sambung dia.
Dia menyebutkan kawasan Kecamatan Tamansari memiliki sejumlah lokasi yang menjadi kantong kucing liar, salah satunya berada di sekitar kawasan Kota Tua Jakarta.
“Kalau khususnya di Kecamatan Tamansari, berdasarkan info dari tim KPKS, mereka sudah gerilya semalam di sekitar, khususnya di Kantor Kecamatan Tamansari, kemudian di museum-museum di Kota Tua, juga di kelurahan-kelurahan yang dekat di sini,” jelas Tanti.
Dia mengungkapkan lokasi-lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya kucing liar tersebut telah diketahui oleh komunitas yang selama ini melakukan pemantauan di lapangan.
“Mereka menyebutnya zona merah, dan mereka yang hafal di mana zona-zona merah berada di Kecamatan Tamansari,” imbuh Tanti.
Dalam kesempatan yang sama, warga Tamansari Nita yang datang membawa empat kucingnya mengapresiasi program sterilisasi gratis tersebut.
Dia mengaku senang karena pemerintah memberikan dukungan kepada masyarakat yang peduli terhadap kesejahteraan hewan.
“Senang banget. Alhamdulillah, pemerintah kita mulai support sama warga yang sayang sama binatang,” ungkap Nita.
Dia menceritakan biaya perawatan kucing, terutama untuk sterilisasi, vaksinasi, maupun pengobatan, tidak murah. Dia bahkan pernah mengeluarkan sekitar Rp2 juta untuk menangani satu ekor kucing betina.
“Aku pernah satu ekor saja, pernah Rp2 juta, betina. Terus harus diopname, setelah operasinya. Masih harus diopname, lebih dari sehari. Jadi, ada biaya tambahan lagi,” papar Nita.
Untuk mengikuti program tersebut, dia mengaku hanya cukup membawa KTP, melakukan pendaftaran, dan membawa kucing yang sesuai dengan ketentuan program.
“Harapannya, kayak gini (sterilisasi) lebih sering lagi dilakukan, baik kucing jantan maupun betina. Terus, ya, enggak cuma Jakarta Barat, semuanya, pengennya juga di Depok, di Jakarta dan sekitarnya,” harap Nita.





