Progres Rehabilitasi Sawah Kategori Ringan di Aceh Tengah Capai 86 Persen
Mawaddatul Husna August 31, 2026 09:54 PM

Laporan Wartawan TribunGayo.com Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah melaksanakan peninjauan dan monitoring langsung program rehabilitasi persawahan pascabencana di kawasan Kampung Mude Nosar, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Senin (31/8/2026).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Tengah, Jauhari ST yang didampingi Kepala Dinas Pertanian Nasrul Liwanza serta Tenaga Ahli Bupati Aceh Tengah, Rasyidin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari monitoring program pascabencana untuk memulihkan kembali lahan pertanian warga yang terdampak.

"Hari ini, Senin, 31 Agustus 2026, kami dari Pemda Aceh Tengah melaksanakan monitoring terkait program pascabencana.

Yaitu rehabilitasi terhadap persawahan masyarakat kita yang ada di Kabupaten Aceh Tengah," ujar Jauhari di lokasi persawahan Kampung Mude Nosar.

Jauhari memaparkan, berdasarkan data yang telah diusulkan kepada Kementerian Pertanian, total luas persawahan yang masuk dalam program rehabilitasi pascabencana tersebut mencapai secara keseluruhan 1.615 hektare.

Dari jumlah total tersebut, sebanyak 1.496 hektare diantaranya telah memiliki data berbasis Survey Investigation Design (SID) sehingga dapat dikerjakan secara fisik.

Saat meninjau titik lokasi pembangunan di Kampung Mude Nosar, Jauhari menyebutkan bahwa progres pengerjaan di lapangan saat ini sudah berjalan dengan baik.

Untuk desa Mude Nosar sendiri pengerjaan fisik drainase terdapat dua titik, satu titik drainase memilik panjang 40 meter dan titik kedua sepanjang 160 meter.

"Kegiatan sudah berlangsung, dan kita belum melakukan opname atau perhitungan secara komprehensif.

Nanti setelah selesai semua atau sudah 100 persen, baru kita akan melakukan opname kembali. Saat ini progresnya sudah sekitar 86 persen," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah, Nasrun Liwanza MM menambahkan bahwa capaian pengerjaan untuk wilayah yang tidak terkendala sedimen (rusak sedang) di Aceh Tengah didominasi perbaikan pada saluran irigasi yang rusak.

Secara keseluruhan saat ini telah merealisasikan hingga 86.63 persen dari 39 kegiatan oplah ringan.

Terkait penanganan lahan dengan tingkat kerusakan sedang dan berat, Nasrun menyebutkan bahwa saat ini tengah melakukan penyusunan Survey Investigation Design (SID) yang dikerjakan oleh Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.

"Untuk rusak sedang, sedak dilaksanakan SID oleh Universitas Syiah Kuala, Jumlahnya sekitar 754 hektare yang akan dilaksanakan, dan kita harapkan secepatnya konstruksinya bisa berjalan," jelas Nasrun.

Segera Rampung

Pihaknya berharap program dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian ini dapat segera rampung dan memberikan manfaat besar bagi pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya para petani sawah di Kabupaten Aceh Tengah.

Di sisi lain, apresiasi turut disampaikan oleh Aparatur Desa Mude Nosar, Muhamad Ajani.

Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kementrian Pertanian serta Bupati dan wakil Bupati Aceh Tengah atas perhatian dan realisasi perbaikan infrastruktur irigasi di desanya.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah melakukan perbaikan infrastruktur irigasi masyarakat di Mude Nosar," ujar Ajani.

Ia berharap program rehabilitasi sawah tersebut dapat segera rampung secara menyeluruh agar para petani bisa kembali menggarap lahan dan beraktivitas seperti sediakala. (*)

Baca juga: VIDEO: Pascabencana, 1.615 Hektare Sawah Aceh Tengah Masuk Program Rehabilitasi

Baca juga: Prakiraan Cuaca Aceh Tengah Hari Ini Didominasi Berawan dan Sejuk

Baca juga: Kasus HIV/AIDS di Aceh Tengah Tembus 49 Kasus, 10 Pasien Baru

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.