Tingkatkan SDM Maritim, Biak Latih Pemuda Mamberamo Raya Buat Perahu Fiber
Marius Frisson Yewun August 31, 2026 11:11 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Wakil Bupati Biak Numfor, Papua, Jimmy C. Kapissa membuka Pelatihan Produktivitas dan Vokasi Tenaga Kerja Pembuatan Perahu Fiber yang merupakan kerja sama Dinas Sosial Kabupaten Mamberamo Raya dengan Dinas Ketenagakerjaan melalui UPTD LLK UKM Biak, Senin (31/8/2026). 

Kegiatan tersebut mekibatkan 17 peserta dari Mamberamo Raya dan turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mamberamo Raya Lukas Senggi, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Biak Djoni Domeng, Kepala LLK UKM Biak Yalon Kbarek, serta undangan lainnya.

Wabup Jmmy mengatakan, pelatihan pembuatan perahu fiber menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha, mengingat Biak Numfor memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar.

Baca juga: Muktamar NU Tetapkan Gus Kikin Ketum, Keerom Kawal Transformasi Jamiah

“Sebagian besar wilayah kita dikelilingi oleh lautan, dan sebagian besar masyarakat kita menggantungkan hidupnya pada sektor maritim sebagai nelayan,” ujar Jimmy saat membuka pelatihan, Senin (31/8/2026)

Jimmy meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap pengetahuan serta keterampilan dari para instruktur.

“Serap ilmu yang diberikan oleh para instruktur dengan sebaik-baiknya, mulai dari teknik pencampuran bahan, pencetakan, hingga proses penyelesaian (finishing) perahu fiber yang standar dan aman,” katanya

Menurut wabup, keterampilan membuat dan memperbaiki perahu fiber memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha mandiri.

Baca juga: Buntut Penganiayaan Maut Kaimana, Rumah Terduga Pelaku Dirusak Massa

Peserta yang telah menyelesaikan pelatihan, kata Wabup, diharapkan tidak hanya mampu membuat perahu untuk kebutuhan sendiri, tetapi juga dapat membuka usaha di bidang pembuatan maupun perawatan perahu fiber.

“Jadikan pelatihan ini peluang usaha baru. Keahlian membuat dan memperbaiki perahu fiber saat ini sangat dicari di Biak. Setelah lulus dari pelatihan ini, saudara-saudara tidak hanya bisa membuat perahu untuk diri sendiri, tetapi juga berpotensi membuka bengkel pembuatan atau perawatan perahu fiber secara mandiri maupun berkelompok (UMKM),” ungkapnya

Jimmy juga mengingatkan peserta agar mengutamakan keselamatan selama mengikuti seluruh tahapan pelatihan serta menjaga komunikasi dan kebersamaan antarpeserta.

Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Biak Numfor akan terus mendukung program pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan potensi lokal.

Baca juga: Mahasiswa Manokwari Galang Rp11,7 Juta untuk Korban Gempa Flores

Wabup juga berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat menghasilkan perahu fiber yang nantinya memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya nelayan.

“Saya berharap, perahu-perahu fiber hasil karya nyata dari pelatihan ini nantinya dapat langsung dirasakan manfaatnya untuk meningkatkan produktivitas nelayan kita, sehingga kesejahteraan keluarga dapat meningkat secara bertahap,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mamberamo Raya Lukas Senggi yang mewakili Bupati Mamberamo Raya mengatakan, pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan peningkatan keterampilan, tetapi menjadi langkah untuk membuka peluang kemandirian dan kemajuan daerah.

Baca juga: Temukan Unsur Pidana, Polisi Naikkan Status Perkara Kematian Presenter TVRI

“Hari ini kita tidak saja membuka pelatihan, tetapi juga membuka pintu menuju kemandirian dan kemajuan daerah,” kata Lukas.

Lukas menjelaskan, pelatihan berbasis kompetensi merupakan proses pembelajaran yang berfokus pada kemampuan nyata yang dibutuhkan dalam dunia kerja. 

"Peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga keterampilan yang dapat langsung diterapkan," ujarnya

Menurut Lukas, kegiatan tersebut penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di tengah persaingan global, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi melalui keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha.

Ia berharap para peserta mengikuti pelatihan dengan disiplin, semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi.

Baca juga: Dipukul Hingga Jatuh ke Laut, Warga Kaimana Tewas Dianiaya Pria Mabuk

“Jangan malu bertanya, mencoba dan berinovasi. Jadikan keterampilan yang diperoleh sebagai modal untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pesannya.

Lukas menambahkan, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari sertifikat yang diterima peserta, tetapi dari sejauh mana keterampilan tersebut mampu mengubah kehidupan peserta dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah nyata membangun sumber daya manusia unggul, kreatif dan berdaya saing,” tandasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.